Pemadaman Gunung Arjuna di Kota Batu Bakal Gunakan Waterboom

Sudah empat hari kebakaran di Gunung Arjuna di wilayah Kota Batu belum juga padam sampai hari ini, Rabu (31/7).

Pemadaman Gunung Arjuna di Kota Batu Bakal Gunakan Waterboom
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
suasana Gunung Arjuna yang terbakar sampai pada siang hari ini, Minggu (28/7) 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sudah empat hari kebakaran di Gunung Arjuna di wilayah Kota Batu belum juga padam sampai hari ini, Rabu (31/7).

Tim Tahura, BPBD Batu, berkoordinasi dengan Wali Kota Batu tentang upaya pemadaman kebakaran Gunung Arjuna di titik api berada pada ketinggian 2730 mdpl dan titik api pada ketinggian 3152 mdpl.

Prakiraan sementara luasan keseluruhan lahan yang terbakar mencapai 70 Ha.

Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim mengatakan merencanakam penanganan kebakaran hutan Gunung Arjuna menggunakan waterboombing. Karena sudah ditetapkan status tanggap darurat.

"Keputusan (waterboom) itu mengingat dan memperhatikan keselamatan kerja, karena medan yang cukup curam. Di satu sisi peralatan untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan masih terbatas," kata Rochim, Rabu (31/7).

Selain itu, Tahura Malang Raya juga belum memiliki pos pantau, dan rencananya akan segera dibangun pos pantau Gunung Arjuna. Selain itu hal yang perlu diperhatikan lainnya adalah peningkatan kapasitas porter yang berada di Jalur Desa Sumbergondo, Kota Batu.

"Adanya porter ini perannya juga pentung. Porter dapat membantu untuk pemadaman api, jika terjadi kebakaran hutan. Gerak cepat dari porter yang memang tahu medan menuju hutan di Arjuna," imbuhnya kepada Tribunjatim.com.

Unik, Koper CJH Asal Tuban Diberi Gantungan Ketupat, Gelas Hingga Boneka

Maudy Ayunda Ceritakan Pernah Jadi Korban Bullying, Ungkap Caranya untuk Bangkit: Ubah Mindset

Polisi Amankan 50 Kilogram Sabu dari Sindikat di Sokobanah, Mencuat Isu Oknum Polisi Terlibat

Gunawan, salah satu tim TRC BPBD Batu menambahkan, medan yang dituju ke lokasi kebakaran, sangat curam. Kemiringan bisa mencapai 60 derajat. Oleh karena itu peralatan yang digunakan juga sangat terbatas.

"Tidak bisa banyak-banyak personel saat pemadaman mbak, karena medannya sangat curam. Kami mengutamakan keselamatan, namun tetap berusaha memadamkan api," ungkapnya kepada Tribunjatim.com.

Sampai hari ini titik api yang terlihat berada di dekat Puncak Gunung Arjuna. Tim yang naik saat ini memastikan agar kayu yang terbakar di atas, tidak sampai jatuh ke bawah.

Jika hal itu terjadi maka luasan hutan yang terbakar semakin luas. Belum lagi jauhnya lokasi titik area yang terbakar dan membutuhkan waktu perjalanan kurang lebih 4-5 jam untuk sampai pada titik api. (Sun/Tribunjatim.com)

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved