Ribuan Pasangan di Sumenep Ajukan Cerai, Tahun 2018 Angka Pria Menduda Nyaris 12 Ribu Orang

Pengadilan Agama SUmenep menerima 1006 permohonan perceraian pada semester pertama tahun 2019.

Ribuan Pasangan di Sumenep Ajukan Cerai, Tahun 2018 Angka Pria Menduda Nyaris 12 Ribu Orang
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDS SYAHBANA
Suasana Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pengadilan Agama Sumenep pada Rabu (31/7/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Data kasus perceraian di Kabupaten Sumenep Madura tembus angka 1006 kasus di Tahun 2019 ini.

Data tersebut dibenarkan oleh Pengadilan Agama Kabupaten Sumenep, sejak Januari - Juni 2019 ini.

Bahkan, di tahun 2018, Pengadilan Agama Sumenep menerima 20242 permohonan perceraian.

"Tahun ini, yang sudah diputus sebanyak 906 perkara dan yang belum diputus sisanya sebanyak 100 kasus," kata Rahayuningrum, Panitra Muda Permohonan, Pengadilan Agama Sumenep.

(Gading Marten ke Pantai Bareng Senk Lotta, Curhat Soal Perceraian & Puji Sang Model: Bening Banget)

Rahayu menyebut, di tahun 2018, dari 20242 kasus perceraian, Pengadilan Agama Sumenep bisa memutus 11934 kasus.

Sisa perkaranya pada bulan November 2018 itu sebanyak 135 kasus.

Faktor penyebab perceraian pasangan yang menyebabkan banyaknya janda baru ini variatif, namun masih di dominasi oleh faktor ekonomi.

"Selain itu juga ada perselingkuhan, perselisihan artinya perselisihannya sudah memuncak. Selain itu juga ada kasus perkara Kekerasan Dalam Rumah Tanggal (KDRT) tersebut," paparnya.

Menurut Rahayu permohonan cerai gugat lebih banyak dari cerai talak.

"Misalkan persentase persenan, bisa jadi 10 persen itu perkara lain - lain dan sementara 50 persen masuk cerai gugat," katanya.

Reporter: TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

(Angka Perceraian di Pamekasan Tembus 1.500 Kasus Per Tahun, PA: Perkawinan Dini Paling Banyak)

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved