Sosialisasi Pemilu di Kota Batu Kurang, Target Setiap Desa Ada Video Tron

Walaupun pelaksanaan Pemilu di Kota Batu sudah selesai, KPU Batu tetap melakukan evaluasi.

Sosialisasi Pemilu di Kota Batu Kurang, Target Setiap Desa Ada Video Tron
sany eka/surya
Pemaparan Evaluasi Fasilitasi Kampanye Pemilu, oleh KPU Batu di Purnama Hotel, Kamis (1/7). 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Walaupun pelaksanaan Pemilu di Kota Batu sudah selesai, KPU Batu tetap melakukan evaluasi.

Terutama evaluasi saat pelaksanaan kampanye di Kota Batu. Ada beberapa poin yang dievaluasi selama pelaksanaan pemilu 2019 di Kota Batu.

Seperti kurangnya sosialisasi kepada masyarakat di Kota Batu. Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, mengatakan saat di lapangan ia menemukan masih banyak yang belum paham tentang jenis-jenis surat suara.

"Sebelum coblosan itu saya keliling, ke desa-desa yang jaraknya dari kota itu lumayan jauh. Saat ditanya tentang surat suara mereka banyak yang tidak tahu," kata Punjul, saat menghadiri Evaluasi Fasilitasi Kampanye Pemilu, di Purnama Hotel, Kamis (1/7).

Menurutnya sebaiknya sosialisasi lebih menyasar masyarakat di desa. Yang bisa dilakukan oleh KPU Batu, maupun calon legislatif. Punjul menyarankan agar bisa memanfaatkan fasilitas yang dimiliki Pemkot Batu. Seperti video tron.

Persebaya Vs Persipura, Tren Positif Jacksen F Tiago Tiap Jumpa Bajul Ijo Bukan Jaminan Menang

Sempat Dituding Jadi Selingkuhan Suami Nunung, Putri July Jan Sambiran Akui Tak Tahu Ayahnya Pemakai

Rumah Kos TKP Remaja Digilir 6 Pria di Sumenep Ditutup, Satpol PP Menolak Disebut Lamban

Bahkan jika perlu setiap desa satu video tron.

"Sasarannya itu lebih ke ibu-ibu. Seperti ke kelompok arisan, atau komunitas ibu-ibu. Kalau bapak-bapak saya yakin sudah paham," imbuhnya kepada Tribunjatim.com.

Selain itu, yang jadi poin evaluasi lainnya adalah pelaporan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP). Kanit Politik Satintelkam Polres Batu Aiptu Subarno mengatakan keadaan di lapangan tentang kegiatan pemilu tidak sesuai dengan pelaporan yang dilaporkan.

"Seharusnya sebelum melaksanakan kampanye, minimal 3x24 jam surat itu sudah masuk ke pihak kepolisian. Seharusnya hal itu bisa dipatuhi oleh Parpol, karena tidak sekali dua kali mendapatkan petunjuk saat kampanye," kata Subarno kepada Tribunjatim.com.

Bahkan dikatakannya laporan kampanye tidak sesuai saat berada di lapangan. Hal ini menjadi evaluasi agar setiap parpol dan calon legislatif bisa menaati aturan. Apalagi saat pemilu 2019 itu masa kampanye berjalan cukup lama.

Marlina Komisioner KPU Batu divisi SDM dan Parmas menambahkan evaluasi ini akan dijadikan bahan perbaikan saat pelaksanaan Pemilu berikutnya. Apalagi nanti rencana bakal dilaksanakan Pilkada serentak tahun 2024.

Secara otomatis Kota Batu bakal terjadi kekosongan jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota selama dua tahun.

"Tidak lama lagi nanti kami juga bakal melaunching Rumah Pintar Pemilu. Di mana nanti ini bakal memberikan edukasi kepada masyarakat serta wisatawan tentang pemilu," kata Marlina. (Sun/Tribunjatim.com)

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved