Women's Crisis Centre Sebut Penanganan Anak Korban Kekerasan di Kota Malang Belum Maksimal

Women’s Crisis Centre mendorong agar Pemkot Malang agar proses pemulihan anak korban kekerasan betul-betul maksimal.

Women's Crisis Centre Sebut Penanganan Anak Korban Kekerasan di Kota Malang Belum Maksimal
Ilustrasi kekerasan anak 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Women’s Crisis Centre (WCC) mendorong agar Pemkot Malang agar proses pemulihan pada anak yang menjadi korban kekerasan betul-betul maksimal.

Konsultan WCC Dian Mutiara Ina Irawati menjelaskan, pemulihan anak yang menjadi korban kekerasan di Kota Malang saat ini belum jelas penanganannya.

“Ketika orang melapor, berarti ada peningkatan kesadaran masyarakat atas pemenuhan hak. Tapi bagaimana benar ditindak lanjuti terhadap penanganannya. Pemulihan anak seperti apa, itu yang selama ini juga masih kabur,” terangnya, Kamis (1/8/2019).

LBH Surabaya Minta Aparat Hapus Sikap Menyalahkan Korban Kekerasan Seksual

Sejauh ini, laporan yang masuk ke WCC, tindak kekerasan terhadap anak beragam.

Mulai dari kekerasan fisik, psikologis, seksual hingga terkait relasi kuasa.

Kondisi itu pun harus mendapat perhatian serius. Tidak hanya pemerintah, namun juga masyarakat.

“Jadi bagaimana penting juga menyuarakan hak-hak anak. Terkait kelembagaan, juga harus jelas. Ketika ada regulasi baru apakah disiapkan transisinya,” paparnya.

Kasus Perdagangan & Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur Marak di Pamekasan, Ini Penjelasan PPTP3A

Diterangkan Ina, proses pemulihannya tidak sederhana.

Penanganan mental health tidak seperti penanganan kesehatan fisik.

Butuh waktu dan dukungan keluarga terhadap anak yang mendapatkan penanganan.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved