Bawang Merah Probolinggo di Ekspor ke Thailand

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo bersama PT. Cipta Makmur Sentausa resmi mengekspor bawang merah

Bawang Merah Probolinggo di Ekspor ke Thailand
(Surya/Galih Lintartika)
Disperindag) Kabupaten Probolinggo bersama PT. Cipta Makmur Sentausa resmi mengekspor bawang merah varietas Biru Lancor ke Thailand, Sabtu (3/8/2019) sore. 

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo bersama PT. Cipta Makmur Sentausa resmi mengekspor bawang merah varietas Biru Lancor ke Thailand, Sabtu (3/8/2019) sore.

Direktur Utama PT Cipta Makmur Sentausa Sri Puji Wanti menyatakan Indonesia sejak dulu sudah melakukan ekspor bawang merah. Sedangkan PT. Cipta Makmur Sentausa sudah empat kali ini melakukan ekspor bawang merah ke Thailand, Filipina dan Vietnam dengan kuota rata-rata 800 hingga 1.500 ton.

Ia mengaku sangat bangga dan bersyukur sekali atas hasil bumi Kabupaten Probolinggo karena bisa diekspor ke Thailand. “Ini semua membuktikan produk hasil pertanian khususnya bawang merah Kabupaten Probolinggo mempunyai kualitas yang bagus sehingga bisa diterima di Negara lain,” katanya kepada Tribunjatim.com.

Menurut dia, tahun ini Thailand bisa membuka impornya sehingga pihaknya bisa mengekspor ke Thailand. Ia mengaku bahwa pihaknya sudah dua kali ini melakukan ekpsor bawang merah Kabupaten Probolinggo.

Tahun 2018 kemarin mampu memberangkatkan 1100 ton dan tahun ini akan memberangkatkan 165 ton. Rinciannya pelepasan perdana sebanyak 55 ton dengan dua kontainer dan tahap kedua sebanyak 1 10 ton.

“Kami minta doanya dari segenap jajaran Pemkab Probolinggo untuk mensupport kami agar kami bisa melakukan ekspor di tahun mendatang. Mengenai peraturan di Negara lain mungkin bisa dibantu oleh pemerintah pusat agar mempermudah perijinan kami dalam melakukan eksor bawang merah ke luar negeri,” jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Pernah Mengenyam Pendidikan di Pesantren, Kini Hidup Peserta Take Me Out Indonesia Ini Berubah

Terungkap Syarat dari Ayah Cut Meyriska untuk Roger Danuarta hingga Akhirnya Hubungan Direstui

Cinta Laura Kiehl Tampil dalam Kostum Hudoq di JFC-18

Sementara Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko mengatakan pelepasan ekspor bawang merah sebagai salah satu kegiatan pengembangan pasar lokal memiliki peran strategis dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Dikatakana dia, kegiatan ini didukung oleh PT. Cipta Makmur Sentausa, Paguyuban Pedagang dan Paguyuban Petani Bawang Merah Kabupaten Probolinggo.

“Selain hanya sebagai media transaksi jual beli bawang merah antara pelaku usaha dan pembeli/konsumen, tetapi juga sebagai referensi untuk menambah pengetahuan terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan produktivitas bawang merah di Kabupaten Probolinggo,” katanya kepada Tribunjatim.com.

Menurut Sidik, kegiatan pelepasan/launcing bawang merah juga menjadi penggerak bagi berkembangnya ekonomi sektor informal. Yakni, dengan maraknya para pedagang dan petani bawang merah di sekitar kegiatan pelepasan/launcing bawang merah.

“Sebagaimana fungsi pasar, kegiatan pelepasan/launcing bawang merah ini juga memiliki tiga fungsi meliputi sebagai sarana distribusi, pembentukan harga dan sebagai tempat promosi,” jelasnya.

Sidik menerangkan bawang merah Kabupaten Probolinggo merupakan bawang merah terbaik di Indonesia dan menjadi pemasok pasar terbesar di kota/kab se-Indonesia seperti pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Mataram.

“Adapun kapasitas bawang merah dari petani ke Pasar Bawang Dringu sebesar 120-150 ton/hari atau Rp 1.320.000.000-Rp 1.650.000.000 dan bawang merah yang keluar dari Pasar Bawang Dringu ke wilayah luar pulau Jawa sebesar 80-100 ton/per hari atau Rp. 880.000.000-Rp 1.100.000.000 dan dalam pulau Jawa sebesar 7-40 ton/per hari atau Rp 77.000.000-Rp 440.000.000,” terangnya.

Lebih lanjut Sidik menegaskan, dalam data realisasi tanam panen, produktivitas dan produksi bawang merah pada bulan Januari sampai Juni tahun 2019, luas tanam 2.224 hektar, luas panen 1.006 hektar, produktivitas 15 sampai 17 ton/hektar, total produksi 17.102 ton pada akhir bulan Juni, kawasan sentra bawang merah yang ada Kabupaten Probolinggo adalah Kecamatan Tegalsiwalan 1.457 hektar, Leces 640 hektar, Dringu 2.364 hektar, Banyuanyar 428 hektar dan Gending 1.432 hektar. Jumlah tοtal sentra 6.371 hektar seluruh Kabupaten Probolinggo.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Cipta Makmur Sentausa, seluruh pedagang dan petani bawang merah serta elemen masyarakat yang telah turut serta meramaikan dan mensukseskan kegiatan pelepasan/launching ekspor bawang merah ini. Semoga kegiatan ini memberikan pengaruh yang positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved