Masih Ada Apotek di Tulungagung Yang Menjual Obat Ilegal, Kebanyakan Obat Kuat

Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung masih menemukan apotek, yang menjual obat ilegal.

Masih Ada Apotek di Tulungagung Yang Menjual Obat Ilegal, Kebanyakan Obat Kuat
SURYA/RORRY NURMAWATI
Dinas Kesehatan saat merazia beberapa toko obat dan klinik kecantikan, guna meminimalisir afanya peredaran obat ilegal, Jumat (22/9/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung masih menemukan apotek, yang menjual obat ilegal.

Temuan ini didapat setelah Dinkes melakukan inspeksi mendadak di apotek dan toko obat dalam beberapa hari belakangan.

Apotek nakal yang ditemukan Dinkes ada di Kecamatan Ngunut.

Kasi Perbekalan dan Farmasi Dinkes Tulungagung, Masduki mengatakan, pihaknya terus menerus memantau ketersediaan obat di apotek.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketersediaan obat yang tidak dilengkapi dengan faktur pembelian resmi.

Total ada 136 apotek dan 25 toko obat di Boyolangu, Bandung, Campurdarat, Sumbegrempel, Ngunut dan Rejotangan.

Hasilnya, satu apotek di Ngunut tidak bisa menunjukkan fraktur obat.

Cerita Muhammad Rafli yang Main Dua Posisi Berbeda di Klub dan Timnas

2 Pelari Surabaya Marathon 2019 Wafat, RSUD DR Soetomo Pertanyakan Aturan Kesehatan di Event

Resahkan Warga, Polres Bojonegoro Razia Balap Liar, Puluhan Remaja Ditangkap

"Frakturnya tidak ada, jadi tidak jelas siapa distributornya," ujar Masduki kepada Tribunjatim.com.

Produk yang diduga ilegal itu antara lain lintah hitam Papua sebanyak 2 box, Vimax Oil sebanyak 1 box, Gingseng Kianpi Pil sebanyak 3 box dan Pikang Suang sebanyak 16 botol.

Dinkes telah memberikan peringatan keras kepada apotek nakal itu.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved