Selama Semester I 2019, Jumlah Beban Penyisihan Penurunan Nilai Kredit Bank Sampoerna Meningkat

Pada semester I tahun 2019, Bank Sampoerna mencatatkan beban penyisihan penurunan nilai kredit sebesar Rp143,8 miliar.

Selama Semester I 2019, Jumlah Beban Penyisihan Penurunan Nilai Kredit Bank Sampoerna Meningkat
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Karyawan Bank Sampoerna saat melayani nasabah yang akan mengajukan kredit, Jumat (2/8/2019) di Bank Sampoerna Jalan Diponegoro Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pada semester I tahun 2019, Bank Sampoerna mencatatkan beban penyisihan penurunan nilai kredit sebesar Rp143,8 miliar.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ali Rukmijah selaku Direktur Utama Bank Sampoerna.

Ali menjelaskan, jumlah penurunan tersebut meningkat cukup signifikan, sebesar Rp40,7 miliar atau 39% dibandingkan dengan jumlah yang sama dibukukan pada periode yang sama tahun lalu.

Bank Sampoerna Lakukan Intermediasi Bank Secara Konsisten, Hasilkan Peningkatan Kredit dari Nasaban

Kenaikan tersebut antara lain terkait dengan persiapan implementasi PSAK 71 yang akan dimulai pada awal 2020.

Peningkatan pada beban penyisihan menyebabkan perolehan laba bersih untuk semester I tahun 2019 tercatat sebesar Rp24,6 miliar atau terkoreksi sebesar 17% dari jumlah tercatat periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kami siap untuk dapat mengimplementasikan PSAK 71 yang berlaku pada 2020," katanya, Minggu (4/8/2019).

Bank Sampoerna mengantisipasi bahwa penerapan PSAK 71 ini akan mengharuskan Bank Sampoerna untuk mengakumulasikan pencadangan yang lebih besar.

"Hal ini mempengaruhi laba bersih yang kami bukukan pada semester I tahun 2019," imbuhhya.

Bank Sampoerna Gandeng Sahabat UKM Buat Perluas Layanan TASAKU di 27 Provinsi di Indonesia

Namun demikian, lanjut Ali lebih rinci, Bank Sampoerna meyakini bahwa Bank Sampoerna akan siap mengimplementasikan PSAK 71 pada waktunya dan akan dapat mencatatkan kinerja yang lebih solid selepas implementasi awal PSAK 71 ini.

Kinerja yang dibukukan dengan didukung pemenuhan kebutuhan modal menjadikan Bank Sampoerna memiliki fundamental yang baik sebagaimana ditunjukkan juga oleh rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio / CAR).

Pada akhir Semester I 2019 ini, CAR berada di level 19,24%, jauh di atas tingkat minimal yang direkomendasikan regulator.

"Rasio keuangan lainnya pun masih berada pada level yang cukup baik, seperti ROA 0,66%, ROE 3,43% dan BOPO 93,27%. Secara total aset, Bank Sampoerna juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik sebesar 12% menjadi Rp10,5 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp9,3 triliun," paparnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved