Tim Saber Pungli Jember Amankan Seorang Kasun, Diduga Lakukan Pungli Prona Sertifikat Tanah

Tim Saber Pungli Kabupaten Jember mengamankan Kepala Dusun Besuk Desa Wirowongso Kecamatan Ajung, berinisial M ke Mapolres Jember, Jumat (2/8/2019) p

Tim Saber Pungli Jember Amankan Seorang Kasun, Diduga Lakukan Pungli Prona Sertifikat Tanah
Tribunnews.com
Ilustrasi Pungli 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Tim Saber Pungli Kabupaten Jember mengamankan Kepala Dusun Besuk Desa Wirowongso Kecamatan Ajung, berinisial M ke Mapolres Jember, Jumat (2/8/2019) petang.

Tindakan Tim Saber Pungli ini terkait dugaan adanya pungutan liar dalam pengurusan Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Meskipun telah mengamankan M, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. "Masih proses penyelidikan, belum ada penetapan tersangka," ujar Kasat Reskrim Polres Jember AKP Yadwavina Jumbo Qontasson yang diwawancarai Sabtu (3/8/2019).

Jumbo menuturkan, awalnya Tim Saber Pungli menerima laporan dari warga Dusun Besuk Desa Wirowongso, yang mengaku dimintai biaya sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta dalam pengurusan Prona PTSL itu. Warga yang melapor menyebut biaya itu diminta oleh kepala dusun setempat.

Biaya disetorkan kepada M saat hendak mengambil sertifikat tanah. Berbekal laporan tersebut Tim Saber Pungli langsung mendatangi rumah kepala dusun tersebut.

Hari Jadi Kota Kediri Dimeriahkan Rolling Thunder dan Parade Mobil Hias

Hari ini, Cinta Laura dan Frederika Alexis Cull Ramaikan Jember Fashion Carnaval

BNPB Kerahkan Helikopter dari Kalimantan Tengah untuk Padamkan Kebakaran Hutan Gunung Arjuno

Dan ternyata sesampainya di sana, Tim Saber Pungli memergoki M sedang bersama dengan dua orang saksi yang hendak mengurus sertifikat tanahnya.

Setelah dilakukan penggeledahan di rumah M, tim menemukan 36 lembar sertifikat tanah. Sertifikat tanah itu lantas disita untuk dijadikan barang bukti.

Untuk kepentingan pemeriksaan, polisi membawa M dan dua orang itu ke Mapolres Jember. Jumbo menambahkan hingga saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan sehingga belum ada penetapan tersangka.

Lebih lanjut menurut Jumbo, berdasarkan keterangan saksi, warga yang hendak mengambil sertikat di rumah M, harus membayar sejumlah biaya terlebih dahulu. Karenanya tidak menutup kemungkinan ada lebih banyak warga yang dimintai setoran saat hendak mengambil sertifikat tanah.

"Kami masih selidiki, dan selanjutnya kami akan meminta informasi dari BPN untuk penanganan lebih lanjut. Belum ditetapkan tersangka," pungkas Jumbo kepada Tribunjatim.com. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved