Bupati Mas Ipin Beri Nama Bayi yang Dibuang di Pasar Subuh Gandusari Kabupaten Trenggalek

Bayi yang dibuang orang tuanya di Pasar Subuh Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek, Minggu (4/8/2019), akan segera mendapat nama.

Bupati Mas Ipin Beri Nama Bayi yang Dibuang di Pasar Subuh Gandusari Kabupaten Trenggalek
SURYA.CO.ID/AFLAHUL ABIDIN
Bayi yang dibuang orang tuanya di Pasar Subuh Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek, Minggu (4/8/2019), akan segera mendapat nama. 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Bayi yang dibuang orang tuanya di Pasar Subuh Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek, Minggu (4/8/2019), akan segera mendapat nama.

Bupati Trenggalek M Nur Arifin memberikan nama kepada bayi itu. Akta untuk nama tersebut masih diurus Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Trenggalek.

Nama yang diberikan oleh Bupati, yakni Althan Al Bazzi Mochamad. Nama itu sempat tercetus ketika Bupati Mas Ipinmengunjungi bayi yang di buang itu beberapa jam setelah bayi ditemukan.

"Kemarin rencananya ada 'Nur Arifin' di namanya. Tapi Pak Bupati tidak berkenan. Kalau sudah diadopsi, orang tuanya ingin memberi nama tambahan," kata Kadinsos P3A Ratno Sulistyowati, Selasa (6/8/2019).

Tangkapan Ikan Kabupaten Trenggalek Terus Meningkat

Jadi Pekerja di Cafe Pantai Prigi Trenggalek, NA Tidak Kuat Layani Minimal 10 Tamu Perhari

Status bayi tersebut, kata Ratna, adalah anak negara. Nantinya, bayi itu akan diantar ke panti asuhan bayi dan anak milik Pemerintah Provinsi Jatim di Sidoarjo. Proses adopsi anak juga akan diurus oleh Pemprov Jatim.

Ratna bilang, sudah ada sekitar 20 pasangan yang mengajukan adopsi untuk bayi itu. Mereka bukan hanya berasal dari Kabupaten Trenggalek, tapi hingga Kalimantan.

"Kan ramai di media sosial itu. Jadi banyak yang tahu dan ingin mengadopsi," ungkapnya.

untuk menentukan siapa yang jadi orang tua asuh, tapi kewenangan provinsi. mereka yang datang kita fasilitasi, karena tidak kita kolektif ke sini, dengan maksud mereka datang ke sini, tim bisa sambil melihat bagaimana performa anak.

Para calon pengadopsi itu hanya diberi pemahaman dan detail syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk bisa mengadopsi.

Dua Wanita Pelaku Trafficking Ditangkap, Jual Anak Muda Untuk Layani Pria di Pantai Prigi Trenggalek

Misalnya, mereka harus mempunyai kemampuan ekonomi yang cukup dan mampu secara mental.

"Nanti Pemprov yang akan menyeleksi, mereka akan melihat bagaimana perekonomiannya, emosinya, lingkungannya, dan lainnya," tutur dia.

Kasubag Humas Polres Trenggalek Iptu Supadi mengatakan, kepolisian masih memeriksa saksi-saksi untuk mengusut kasus pembuangan bayi itu. "Sudah lima saksi yang diperiksa," ungkap Supadi.

(aflahul abidin)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved