51 CJH Jadi Korban Penipuan Percepatan Haji, Polda Jatim Tetapkan Satu Pelaku

Polda Jatim terus mendalami dugaan penipuan haji berkedok percepatan pemberangkatan haji yang merugikan 51 orang Calon Jamaah Haji (CJH).

51 CJH Jadi Korban Penipuan Percepatan Haji, Polda Jatim Tetapkan Satu Pelaku
istimewa
Para jamaah lapor di Gedung SPKT Mapolda Jatim, Senin (5/8/2019) malam 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Polda Jatim terus mendalami dugaan penipuan haji berkedok percepatan pemberangkatan haji yang merugikan 51 orang Calon Jemaah Haji (CJH).

Setelah periksa para pelapor yang merasa ditipu, kini Polda Jatim telah menetapkan seorang terduga pelaku yang bertanggungjawab atas kasus tersebut.

Ia bernama M Murtadji Djunaidi (63) warga asal Pamekasan yang tinggal di Bangil, Pasuruan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengungkapkan, saat diperiksa Selasa (6/8/2019) kemarin, Murtadji mengakui perbutaannya melakukan penipuan terhadap 51 orang Calon Jemaah Haji (CJH).

Praktik penipuan percepatan haji yang dilakukan Murtadji dengan cara, menjanjikan paraCalon Jemaah Haji (CJH) yang sudah terdaftar secara resmi di Kemenag RI, bisa segera berangkat haji tahun ini tanpa harus menunggu waktu keberangkatan yang sudah dijadwalkan.

"Para korban ini sebenarnya Calon Jemaah Haji (CJH) yang sudah resmi terdaftar sejak 2010 hingga 2018 dan dijawalkan bernagkat pada 2022 hingga 2042," katanya pada awakmedia, Rabu (7/8/2019).

Embat Ponsel Temannya, Pemuda Paciran Kabupaten Lamongan Rayakan Idul Adha di Balik Jeruji Besi

Nikita Mirzani Umbar Kemesraan dengan Model Bule di Prancis, Pacar Baru setelah Sondang Pratama?

Cerita Masa Lalu Sebelum Nikah Terkuak, Salmafina Sunan Akui Bohongi Satu Indonesia: Salah dari Awal

Namun syaratnya, ungkap Barung, para Calon Jemaah Haji (CJH) wajib menyetorkan sejumlah uang sekitar Rp 3 Juta - Rp 35 Juta.

"uang para calon jamaah tersebut diterima tsk melalui bank BRI dan Mandiri sebagian besar dikirimkan kepada rekening bank BCA dan Mandiri milik Syaifullah sebagai penanggungjawab percepatan haji itu," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Sejumlah uang itu oleh pelaku digunakan untuk memfasilitasi perlengkapan keberangkatan haji.

Halaman
12
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved