Mengintip Kreativitas Anak-Anak Rimba Kampoeng Batara Banyuwangi

Didik Nini Thowok, menuju perkampungan pinggir hutan, di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Dalam video tersebut ditayangkan bagaimana perjalanan hingga

Mengintip Kreativitas Anak-Anak Rimba Kampoeng Batara Banyuwangi
Surya/Haorrahman
Aktivitas anak-anak rimba Kampoeng Batara, mulai dari permainan tradisional, jelajah hutan, membaca, pementasan, seni dan budaya, dan lainnya. 

 TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Salah satu tayangan youtube channel, Kampoeng Batara, menayangkan perjalanan maestro tari, Didik Nini Thowok, menuju perkampungan pinggir hutan, di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Dalam video tersebut ditayangkan bagaimana perjalanan hingga sang maestro mengajarkan tari pada anak-anak di kampung tersebut.

Video perjalanan itu dibuat oleh mereka yang dikenal anak-anak rimba. Tanpa alat yang canggih, hanya menggunakan smart phone.

Saat itu, Nini Thowok tertarik untuk mengajar tari setelah melihat kreatifitas anak-anak di kampung ini. Hingga kini youtube channel Kampoeng Rimba telah menghasilkan 247 video, dan terus berproduksi minimal satu minggu sekali.

Kampoeng Batara merupakan singkatan dari Kampoeng Baca Taman Rimba. Kampoeng ini terletak di tepi hutan, Lingkungan Papring, Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

Kampung ini terletak sekitar 15 kilometer dari kota Banyuwangi, dan berada di ketinggian 1000 meter dari permukaan laut.

Kampoeng Batara adalah tempat berkumpulnya anak-anak di tepi hutan kaki Gunung Raung, untuk menuangkan kreatifitas yang dikenal sebagai anak-anak rimba itu.

Aset YKP Terselamatkan, Pemkot Surabaya Berencana Bangun Hunian Murah, Mirip Apartemen

Hidangan Idul Adha 2019 - Resep Rolade Daging Kari untuk Sajian Lezat Kumpul Bersama Keluarga!

Tabrakan Land Cruiser Vs Grand Max di Bangkalan, Satu Orang Tewas

Disebut anak rimba, karena tiap musim tanam mereka akan berjaga di hutan agar tanaman mereka tidak dirusak babi hutan.

Mayoritas penduduk di kampung ini merupakan petani dengan memanfaatkan sistem pertanian tumpang sari di hutan. Anak-anak rimba ini telah terbiasa keluar masuk hutan untuk menjaga tanaman mereka.

“Ada sekitar 38 anak-anak dari pra sekolah hingga SMP yang bergabung di Kampoeng Rimba. Tiap pulang sekolah, anak-anak ini pergi ke hutan untuk menjaga lahan pertanian mereka dari babi hutan,” kata Widie Nurmahmudy, pendiri Kampoeng Batara, Rabu (7/8).

Halaman
123
Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved