Pembunuh Ibu Kandung Asal Gresik Dituntut 12 Tahun Penjara

Terdakwa Roziqin, warga Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik yang nekat membunuh Ranis, ibu kandung dituntut jaksa 12 tahun

Pembunuh Ibu Kandung Asal Gresik Dituntut 12 Tahun Penjara
sugiyono/surya
Terdakwa Rosiqin kembali ditahan setelah menjalani sidang di PN Gresik, Selasa (6/8/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Terdakwa Roziqin (28), warga Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik yang nekat membunuh Ranis (65), ibu kandung dituntut jaksa dengan hukuman selama 12 Tahun penjara.

Jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Gresik Febrian Dirgantara saat membacakan berkas tuntutan di hadapan ketua majelis hakim PN Gresik Eddy, mengatakan bahwa perbuatan terdakwa nekat membunuh ibu kandung sendiri terjadi pada Minggu (10/3/2019).

Dalam tuntutannya, jaksa menuntut terdakwa Roziqin dijatuhi hukuman selama 12 Tahun penjara. Sebab, terdakwa telah membunuh ibu kandungnya sendiri.

"Menyatakan terdakwa Roziqin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kekerasan fisik dalam rumah tangga yang mengakibatkan matinya korban," kata Febrian kepada Tribunjatim.com, Selasa (6/8/2019).

Terdakwa Roziqin terbukti melanggar Pasal 44 ayat (3), junto pasal 5 huruf a, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan dalam kekerasan rumah tangga.

"Menuntut hukuman penjara selama 12 tahun penjara, dikurangi masa tahanan selama terdakwa ditahan," imbuhnya kepada Tribunjatim.com.

Kondisi Jefri Nichol Setelah 2 Minggu Ditahan Diungkap Polisi, Beberkan Aktivitas Selama di Penjara

Pembunuhan di Bangkalan Diduga Bermotif Asmara, Farida Sudah Berproses Cerai

Baim Wong Beberkan Kebiasaan Buruk Paula Verhoeven, Raffi Ahmad Semprot Baim: Lunya Aja yang Pelit

Tuntutan yang sangat berat itu, jaksa menilai bahwa terdakwa nekat mengakibatkan nyawa Ibu kandungannya meninggal dunia.
"Perbuatan terdakwa yang memberatkan yaitu nekat menghilangkan nyawa Ibu kandungannya," katanya.

Mendengar tuntutan tersebut, terdakwa Roziqin mengaku akan mengajukan pembelaan pada sidang pekan depan.

"Ya mengajukan pembelaan yang mulia," kata Roziqin kepada Tribunjatim.com.

Sidang yang dipimpin majelis hakim PN Gresik Eddy akhirnya ditunda pekan depan dengan agenda pembelaan terdakwa.

Diketahui, perbuatan itu dilakukan terdakwa ketika sakit hati karena disuruh mengantar jajan ke warga yang sedang kerja bakti. Namun, terdakwa tidak berangkat, sehingga korban Ranis yang juga ibu kandungnya, ngomel-ngomel kepada terdakwa.

Terdakwa tidak kunjung berangkat dan malah masuk ke kamar. Kemudian terdakwa keluar dari dalam kamar sambil membawa sabit. Setelah itu, terdakwa mendekati korban yang sedang duduk di lantai menghadap ke pintu rumah. Kemudian langsung menggorokan sabit ke leher korban hingga terkapar di lantai hingga tewas. (Sugiyono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved