Peneliti iPol Indonesia Nilai Peluang Emil Dardak di Ketua Demokrat Jatim Kecil, Cocok Menteri Muda

Peneliti iPol Indonesia Nilai Peluang Emil Dardak di Ketua Demokrat Jatim Kecil, Cocok Menteri Muda.

Peneliti iPol Indonesia Nilai Peluang Emil Dardak di Ketua Demokrat Jatim Kecil, Cocok Menteri Muda
Ilustrasi Partai Demokrat 

Peneliti iPol Indonesia Nilai Peluang Emil Dardak di Ketua Demokrat Jatim Kecil, Cocok Menteri Muda

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Lembaga penelitian politik, IT Research and Politic Consultant (iPol) Indonesia menyebut peluang Emil Elestianto Dardak untuk menggantikan Soekarwo di pucuk pimpinan Partai Demokrat Jatim cukup kecil.

Dibandingkan dengan Emil, iPol Indonesia lebih mengunggulkan beberapa kader internal Demokrat yang lain di posisi tersebut.

Demokrat Gelar Pendidikan Anggota Dewan Terpilih se-Jatim, Pakde Karwo: Ini Kaderisasi di Legislatif

Acara HUT ke-23 Partai Rakyat Demokratik Tetap Digelar di Genteng Surabaya, Meski Bakal Dibubarkan

Partai Rakyat Demokratik Gelar HUT Ke-23, Polisi: Kita Bubarkan Kalau Tak Ada Ijin

CEO iPol Indonesia Petrus Haryanto menjelaskan bahwa hasil kajian Bigdata Inteligence Dynamic Signal (IDS) milik iPol, nama Emil kurang populer sebagai suksesor Pakde Karwo (sapaan Soekarwo).

Dibandingkan di pucuk pimpinan Demokrat, nama Emil justru lebih populer sebagai Calon Menteri Muda Joko Widodo.

Mengutip data di IDS, mayoritas isu (81 persen), Emil Dardak lebih didominasi Emil sebagai calon Menteri muda Jokowi.

"Sementara, Emil sebagai pemimpin muda Demokrat dan pengganti Soekarwo hanya sekitar satu persen," kata Petrus ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (7/8/2019).

Selain dari besaran ekspos isu, Emil Dardak juga kurang diunggulkan dalam beberapa aspek lain. Di antaranya soal kepartaian dan politik Demokrat.

Menurutnya, penerus Pakde Karwo seharusnya bisa sekelas Pakde Karwo. "Baik dari kapabilitas, finansial, kemampuan, pengalaman, dan kematangan manajemen konflik," kata Petrus.

Sebab, sebagai pucuk pimpinan partai, Ketua Demokrat Jatim bukan sekadar bertanggungjawab di struktur namun juga menjaga organisasi secara kepartaian. Misalnya, mencari suara, mengolah partai, hingga mengamankan target partai dalam kontestasi politik.

Halaman
123
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved