Asman Toga Duplikasi Road Map LGC, Kabid Pelayanan Kesehatan Dikes Jatim Sanjung Lamongan

Program Lamongan Green and Clean (LGC) sukses diterapkan hingga ke tingkat desa. Road map LGC ini akan diterapkan Bupati Fadeli untuk menyukseskan

Asman Toga Duplikasi Road Map LGC, Kabid Pelayanan Kesehatan Dikes Jatim Sanjung Lamongan
surya/Hanif Manshuri
Tim Penilai Kelompok (Asman) saat di Lamongan, Kamis (8/8/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Program Lamongan Green and Clean (LGC) sukses diterapkan hingga ke tingkat desa.

Road map LGC ini akan diterapkan Bupati Fadeli untuk menyukseskan Program Asuhan Mandiri (Asman) melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga).

Itu dipaparkan Fadeli saat menerima Tim Penilai Kelompok (Asman) Melalui Pemanfaatan Toga di di Guest House Pemkab Lamongan, Kamis (8/8/2019).

Ia melihat implementasi penggunaan pengobatan tradisional dan toga akan sangat membantu masyarakat. Sehingga tidak selalu bergantung dengan obat kimia untuk gangguan kesehatan ringan.

Fadeli berharap Kelompok Asman tidak hanya ada di puskesmas saja, namun tumbuh diseluruh desa di Kabupaten Lamongan. Bahkan Fadeli menganjurkan penerapan konsep LGC, yang penilaian lombanya dilakukan sepanjang tahun.

“Saya berharap kelompok Asman Toga ada diseluruh desa, tidak hanya di puskesmas saja. Kedepannya bisa mencontoh LGC yang penilaian lombanya dilakukan sepanjang tahun,” harapnya.

Siti Badriah Ungkap Kelakuan Krisjiana Baharudin Sang Suami di Atas Ranjang: Mau Tidur Berisik

Kalah Tiga Kali Beruntun, Manajemen PSIS Semarang Melepas Jafri Sastra dari Kursi Pelatih

Usut Tuntas Kasus Penipuan Haji yang Rugikan Puluhan Orang, Polda Jatim Libatkan Ahli dari Kemenag

Sementara Kabid Pelayanan Kesehatan Dikes Jatim, Dian Islami selaku ketua rombongan mengatakan tujuannya ke Lamongan adalah dalam rangka mengevalusai secara langsung juara kelompok Asman Toga dan Akupresur Desa Canditunggal Kecamatan Kalitengah.

“Lamongan patut bangga karena tidak banyak kabupaten dan kota yang maju ke tingkat provinsi. Ada banyak persyaratan nyang harus dipenuhi,” ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Program yang diimplementasikan melalui pendekatan keluarga ini diharapkan dapat mendorong penggunaan tanaman sebagai pengobatan penyakit ringan yang diderita oleh anggota keluarga.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Tufik Hidayat menuturkan, pemanfaatan toga tidak hanya untuk kesehatan tapi juga ekonomi.

Dinkes dalam pembinaan standarisasi jamu hasil pengolahan Toga saat ini sudah bekerjasama dengan Universitas Airlangga. Seluruh OPD juga banyak memberikan dukungan, seperti dalam hal perizinan, pengemasan bahkan penjualannya secara langsung.(Hanif Manshuri/Tribunjatim.com)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved