Empat Perguruan Seni Bela Diri di Trenggalek Tampil Bareng, Lanjut Makan Ratusan Nasi Gegok

Empat Perguruan Seni Bela Diri di Trenggalek Tampil Bareng, Lanjut Makan Ratusan Nasi Gegok.

Empat Perguruan Seni Bela Diri di Trenggalek Tampil Bareng, Lanjut Makan Ratusan Nasi Gegok
SURYA/AFLAHUL ABIDIN
penampilan bersama para karateka dan pesilat dalam penutupan TMMD ke-105 di Kabupaten Trenggalek, Kamis (8/8/2019). 

Empat Perguruan Seni Bela Diri di Trenggalek Tampil Bareng, Lanjut Makan Ratusan Nasi Gegok

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Empat perguruan bela diri di Kabupten Trenggalek tampil bersama-sama dalam upacara penutupan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-105 di Lapangan Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan, Kamis (8/5/2019).

Empat perguruan seni bela diri itu, yakni Karate, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Pagar Nusa, dan Kera Sakti.

Ada Eksploitasi Perdagangan Manusia di Prigi, Pemkab Trenggalek akan Gelar Operasi Yustisi

Perhitungan Suara Ulang di Surabaya dan Trenggalek Dilakukan 10 Agustus, KPU RI Dijadwalkan Hadir

Ini Respons PDI-P Trenggalek atas Perhitungan Suara Ulang Perintah MK

Mereka tampil sekitar 30 menit secara bersama-sama. Penampilan bersama itu menarik karena selama ini kerap terjadi gesekan antarperguruan bela diri di kabupaten Tersebut.

Setidaknya, 200 orang turut serta dalam penampilan bersama-sama itu. Masing-masing perguruan diwakili 50 orang.

“Ini memang dikemas untuk menyatukan antara silat dan karate, Forki (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) dan IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Kalau selama ini ada gesekan, supaya menyatukan. Agar Trenggalek selalu aman,” kata Kapten Inf Rohmad Karim, inisiator pertunjukan seni bela diri bersama itu.

Untuk bisa menggelar penampilan itu, Karim terlebih dulu berkoordinasi dengan Ketua Pengkab IPSI Trenggalek. Kebetulan, Karim merupakan Ketua Pengkab Forki Trenggalek.

“Jadi tidak sulit untuk mengumpulkan di sini,” ujar dia.

Setelah penampilan itu, para karateka dan pesilat itu makan nasi gegok bersama para pejabat TNI, polisi, dan Pemkab, dan warga sekitar yang hadir dalam upacara penutupan TMMD. Ratusan nasi gegok disediakan di lapangan itu.

Komandan Kodim 0806/Trenggalek Letkol Inf Dodik Novianto mengatakan, nasi gegok sengaja dipilih sebagai menu makan bersama karena kuliner itu khas Trenggalek.

“Ini kita angkat nilai kearifan lokal. Kecamatan Bendungan kan terkenal dengan nasi Gegoknya,” katanya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved