Istana Negara Masih Mengkaji Wacana Rektor Asing untuk Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia

Istana Negara masih mengkaji wacana rekrutmen rektor asing di sejumlah perguruan tinggi negeri.

Istana Negara Masih Mengkaji Wacana Rektor Asing untuk Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, saat berada di UMM, Kamis (8/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Istana Negara masih mengkaji wacana rekrutmen rektor asing di sejumlah perguruan tinggi negeri. Wacana rektor asing ini pertama kali dikemukakan oleh Menristekdikti, Mohamad Natsir.

"Masih kami kaji secara komprehensif perihal rektor asing itu," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno, ketika berad di Malang, Kamis (8/8/2019).

Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Avanza Hantam Truk di Tol Pandaan-Malang, Begini Kondisi Sopir

Menurut Pratikno, keberadaan rektor asing memang berpotensi meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Apalagi, dunia kini memasuki revolusi industri 4.0 yang mengakibatkan persaingan antar perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

"Intinya kan kompetisi. Bagaimana kami memberikan suasana kompetitif diantara perguruan tinggi di dalam dan luar negeri," ucapnya.

Ia mengatakan telah berdiskusi panjang perihal rekrutmen rektor asing dengan Presiden Joko Widodo. Kata Pratikno, Indonesia perlu pemimpin perguruan tinggi yang inovatif, out of the box serta melakukan banyak terobosan.

"Karena kita ini kan sudah buntu. Sudah disalip dengan negara lain," tutupnya.

Dinas Kesehatan Kota Malang Dirampok, Pelaku Ancam Penjaga Kantin, Sebut Ingin Ambil Uang Negara

Mengutip dari Kompas.com, Natsir merencanakan rekrutmen rektor asing untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi di Indonesia sejak 2016.

Rencana itu, didapat setelah melihat Nanyang Technological University (NTU) di Singapura yang kualitasnya melejit tajam lantaran dipimpin oleh rektor asing yang kompeten.

Rektor asing, juga dilakukan oleh negara di Asia termasuk China dan Arab Saudi.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved