Kasus Dugaan Penjualan Tanah Pemkot Malang, Tersangka Keempat Sediakan Uang Rp 450 Juta

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang terus memburu pelaku dugaan penyalahgunaan/pelepasan aset Pemkot Malang di Jalan Brigjen S Riyadi

Kasus Dugaan Penjualan Tanah Pemkot Malang, Tersangka Keempat Sediakan Uang Rp 450 Juta
Ilustrasi Sengketa Tanah 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang terus memburu pelaku dugaan penyalahgunaan/pelepasan aset Pemkot Malang di Jalan Brigjen S Riyadi, Kelurahan Oro-oro Dowo.

Terakhir, seorang warga Jalan Jodipati Malang bernama Chandra Heri Putra ditetapkan sebagai tersangka keempat.

"Status C yang semula saksi kita naikkan jadi tersangka. Surat perintah penyidikan (sprindik) juga sudah terbit," tutur tim penyidik Kejari Kota Malang, Boby Andirizka Widodo kepada Surya, Kamis (8/8/2019).

Ia menjelaskan nama Chandra muncul dalam fakta persidangan tersangka sebelumnya, Leonardo Wiebowo, yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Pengadilan Tipikor) Surabaya.

(Nyanyian Eks Kabid Ungkap Bukti Baru Korupsi Dispora Pasuruan, Jaksa Akan Jerat Tersangka Lain)

Dalam persidangan, terungkap bahwa Chandra berperan membantu Leonardo menyediakan uang Rp 450 juta untuk pembelian tanah di Oro-oro Dowo.

Selain itu, ia juga terlibat penghancuran bangunan yang kemudian diubah menjadi ruko.

"Tapi kalau proses pengalihan status tanah, dia tidak ikut. Semuanya diurus oleh Leonardo," kata dia.

Boby mengatakan tersangka baru berpotensi bertambah. Selain Chandra dan Leonardo, dua orang lain lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka adalah notaris Natalia Christiani dan pegawai Badan Pertanahan Nasional bernama Nanang Rofii. Keempatnya ini, diduga berkomplot menjadikan tanah seluas 346 meter berpindah tangan dari Pemkot Malang.

Halaman
12
Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved