Kemarau Sangat Ekstrim, Prakiraan BMKG Terkait Kemarau Direspon Polres Lamongan dengan Cara ini

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikia (BMKG) mengatakan, tahun 2019 ini musim kemarau lebih ekstrim dari pada tahun 2018.

Kemarau Sangat Ekstrim, Prakiraan BMKG Terkait Kemarau Direspon Polres Lamongan dengan Cara ini
surya/Hanif Manshuri
Koordinasi Polres Lamongan dengan pihak terkait menyikapi perkiraan BMKG, tahun 2019 ini musim kemarau lebih ekstrim dari pada tahun 2018 di Gedung SKJ Polres Lamongan, Kamis (8/8/2019) 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikia (BMKG) mengatakan, tahun 2019 ini musim kemarau lebih ekstrim dari pada tahun 2018.

Prakiraan BMKG ini menjadi perhatian serius Polres Lamongan Jawa Timur. Institusi polri yang juga merupakan bagian dari Satgas kebakaran hutan dan lahan langsung mengambil sikap.

Sejumlah elemen masyarakat dan dinas terkait dihadirkan Polres Lamongan, untuk koordinasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Gedung SKJ polres, Kamis (8/8/2019).

"Ini menindak lanjuti instruksi pemerintah," kata Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung kepada Surya.co id.

Pihaknya harus menginisiasi, karena polri juga merupakan bagian dari Satgas kebakaran hutan dan lahan.
Yang menjadi dasar Feby, karena khususnya menyikapi dari perkembangan cuaca yang saat ini masuk musim kemarau.

"Bahkan dari BMKG mengatakan tahun 2019 ini musim kemarau lebih ekstrim daripada tahun 2018, " katanya kepada Tribunjatim.com.

Makanya pihaknya harus cepat tanggap mengantisipasi kemungkinan - kemungkinan yang notabenenya Kabupaten Lamongan memiliki cukup luas lahannya.

3 Sumber Kekayaan Fairuz A Rafiq yang Jarang Dipamerkan, Nikita Mirzani: Fairuz Itu Orang Kaya Lho

BPBD Sebut Status Tanggap Darurat Kebakaran Hutan Gunung Arjuno Dicabut, Kini Berganti Siaga Darurat

Aksi Krisdayanti Tarik Jan Ethes Demi Foto Bareng Keluarga Jokowi Terekam Kamera, KD: Eh Baby Viral!

Ada banyak hutan - hutan produktif yang saat ini dikelola oleh swasta maupun pemerintah.

Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, mangkanya pihaknya mengadakan koordinasi untuk menyamakan, visi, misi dan persepsi.

Bagaimana nanti di lapangan bisa benar - benar diaplikasikan dengan efektif, karena pencegahan adalah yang utama sehingga kebakaran itu jangan sampai terjadi.

Terutama, kata Feby, yang harus diyubah adalah mainset masyarakat maupun petani yang selama ini tidak sadar bahwa kebajaran hutan itu bisa saja terjadi karena kebakaran dan pembakaran.

Kebakaran itu mungkin karena kelalaian dari masyarakat atau bahkan karena alam.

"Tapi kalau pembakaran ini memang sengaja, dan ini menjadi ranah kita untuk melakukan tindakan dan proses hukum," tandasnya kepada Tribunjatim.com.

Polres bersama pihak terkait mempunyai kewajiban yang harus diupayakan, agar di Kabupaten Lamongan tidak sampai terjadi.(Hanif Manshuri/Tribunjatim.com)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved