Sebanyak 47 Kamar Esek-esek Berkedok Warung Kopi di Pasar Muneng Madiun Dibongkar Paksa

Sebanyak 47 warung esek-esek berkedok warung kopi di dalam areal Pasar Muneng, Desa Muneng, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, dibongkar

Sebanyak 47 Kamar Esek-esek Berkedok Warung Kopi di Pasar Muneng Madiun Dibongkar Paksa
(Surya/Rahadian bagus)
Seorang petugas membongkar meja warung kopi yang dimofidikasi menjadi kamar esek-esek di Pasar Muneng Kabupaten Madiun. 

Sementara itu, seorang penjual warung kopi, Ratmi (60) mengaku sudah 30 tahun berjualan kopi di tempat itu. Ia mengaku sudah berjualan sejak usia 20 tahun, mulai sekitar pukul 07.00 pagi hingga sekitar 01.00 malam.

Dalam sehari, ia bisa mendapatkan omset Rp 60 hingga Rp 80 ribu. Namun, ia mengkalim tidak menyediakan kamar ataupun PSK.

"Saya jualannya dari pagi hingga malam, cuma jualan kopi. Saya tahu ada kegiatan itu (prostitusi), tapi saya cuma jualan kopi," katanya sambil mengusap air mata menggunakan bajunya.

Selama berjualan, ia dimintai retribusi Rp 2000, setiap lima hari sekali pada saat 'pasaran' yakni pada penanggalan Jawa, setiap Wage. Selain itu, ia juga membayar listrik, Rp 20 ribu sebulan sekali.

Dia mengatakan, para PSK yang viada mangkal di tempat itu berasal dari luar Madiun, di antaranya dari Nganjuk dan Kediri.

Nenek satu orang cucu ini berharap, pemerintah Kabupaten Madiun akan memberikan bantuan kios baru untuk berjualan. Sebab, warung kopi yang sehari-hari ia gunakan sebagai tempat mencari nafkah telah dibongkar. (rbp/Tribunjatim.com)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved