Usai Dibobol Rampok, Dinas Kesehatan Kota Malang Akan Tambah Petugas Keamanan

Dinas Kesehatan Kota Malang mulai memperketat keamanan di kantornya usai di bobol maling pada Kamis (8/8) dini hari.

Usai Dibobol Rampok, Dinas Kesehatan Kota Malang Akan Tambah Petugas Keamanan
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Pegawai Dinkes Kota Malang, Sumarjono saat menunjukkan pintu ruang keuangan yang dibobol perampok. 

 TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Kesehatan Kota Malang mulai memperketat keamanan di kantornya usai di bobol maling pada Kamis (8/8) dini hari.

Kepala Dinkes Kota Malang, Supranoto mengatakan, sejak Kamis malam ia sudah menambah dua petugas keamanan.

Dua petugas keamanan itu ditunjuk untuk menggantikan satpam yang sebelumnya berjaga pada waktu pencurian itu terjadi.

"Jadi petugas ini kami perintahkan ke depan semua. Dan sudah mulai tadi malam mereka berjaga untuk shift malam," ucapnya saat dihubungi SURYAMALANG.COM, Jumat (9/8).

Supranoto mengatakan, dua penjaga keamanan yang ditunjuk tersebut sebagai bentuk dari regenerasi.

Dikarenakan, petugas keamanan yang sebelumnya berjaga kini sudah mulai berumur.

"Sekarang mereka bergantian, yang jaga malam kita ganti pagi, sedangkan yang malam kini biar yang muda aja," terangnya kepada Tribunjatim.com.

Upaya lain yang akan dilakukan oleh Dinkes Kota Malang ialah dengan mengganti pagar yang ada di kantor Dinkes.

Polisi Masih Menyelidiki Kasus Perampokan Disertai Penyekapan di Kantor Dinkes Kota Malang

KPK Geledah 2 Tempat di Jatim, Gubernur Khofifah: Itu Soal Kasus Sebelum Saya Menjabat

Tersangka Kasus Penipuan Haji Abal-abal Ungkap Ada Oknum Lain, Staf Kementerian Inisial S Disebut

Menurut Supranoto, pagar di kantor Dinkes Kota Malang terlalu pendek.

Jadi sangat rawan untuk dipanjat maupun dibobol oleh kawanan pencuri.

"Pagar itu akan kami rubah. Kami juga akan menambah lagi petugas keamanan dari outsourcing. Rencananya, kami akan tambah dua orang lagi," ujarnya.

Ia juga membenarkan, jika uang senilai Rp 3,75 Juta yang dicuri oleh kawanan perampok tersebut bukanlah uang Dinkes, melainkan uang dari koperasi.

Kini, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada petugas yang berwajib.

"Sebetulnya kantor itu gak ada uangnya. Selama ini uang retribusi langsung setor. Kalau uang dari kegiatan langsung digunakan," tandasnya. (Rifky/Tribunjatim.com)

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved