Bus ini Langsung Kabur Seusai Bersenggolan di Blitar, Dihentikan Sejauh 20 Km

Bus Zena yang habis bersenggolan dengan mobil Toyota Sienta di jembatan Kali Legi, Desa Banjarsari, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, tak langsung

Bus ini Langsung Kabur Seusai Bersenggolan di Blitar, Dihentikan Sejauh 20 Km
Imam Taufiq/surya
Toyota Sienta yang rusak parah setelah bersenggolan dengan Bus Zena di Selorejo Blitar 

 TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Entah sengaja kabur atau tidak, Bus Zena yang habis bersenggolan dengan mobil Toyota Sienta di jembatan Kali Legi, Desa Banjarsari, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, tak langsung berhenti.

Ia langsung tancap gas ke arah Kabupaten Malang, sehingga membuat petugas Satlantas Polres Blitar kerepotan untuk mengejarnya.

Untuk mengejar bus itu, tak mudah. Meski petugas mengendarai mobil patroli, dengan membunyikan sirine-nya, namun bus itu baru terkejar sekitar 20 km. Bus yang penuh penumpang itu terkejar saat melintas di jalan raya Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang atau hanya berjarak sekitar 4 km dari selatan Terminal Gadang, Kota Malang.

Begitu terkejar, bus yang dikemudikan oleh Agus (48), warga Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang itu langsung dihentikan. Setelah penumpangnya dipindahkan ke mobil lain, bus itu dibawa kembali ke TKP kecelakaanya. Yakni, di jembatan Kali Legi, Desa Banjarsari, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar.

"Penumpangnya, kami turunkan dan kami carikan kendaraan lain, untuk mengangkutnya. Lalu, bus itu, kami bawa kembali ke TKP kecelakaannya karena harus menyelesaikan kasus kecelakaannya dulu," kata AKP Amirul Mustakim, Kasatlantas Polres Blitar kepada Tribunjatim.com.

BREAKING NEWS - Jasad Pekerja Pabrik yang Tertimbun Lumpur di Sukomanunggal Surabaya Ditemukan

Hari Raya Idul Adha, Mahasiswa Baru STIE Perbanas Surabaya Bagikan 600 Kantong Daging untuk Warga

Handphone yang Dicuri Mati, Polisi Kesulitan Ungkap Perampok di Dinkes Kota Malang

Menurut Amirul, kecelakaan itu berlangsung pada Minggu (11/8) siang atau sekitar pukul 11.00 WIB. Itu terjadi saat bus jurusan Blitar-Surabaya melintas dari arah barat (Kota Blitar).

Saat itu, bus membawa banyak penumpang. Tepat melintas di Jembatan Kali Legi, bus itu berpapasan dengan mobil Toyota Sienta nopol N 1990 AG, yang dikemudikan Aditya D (24), warga Waingapu, Kupang, NTT. Entah siapa yang salah, antara bus dengan mobil yang ditumpangi empat penumpang itu bersenggolan. Akibatnya, mobil Sienta mengalami rusak parah, terutama di bodi bagian kanannya, di antaranya bamper, dan pintu depan ringsek sedang pintu kanan bagian belakang lepas.

"Penumpangnya, kami turunkan dan kami carikan kendaraan lain, untuk mengangkutnya. Lalu, bus itu, kami bawa kembali ke TKP kecelakaannya karena harus menyelesaikan kasus kecelakaannya dulu," kata AKP Amirul Mustakim, Kasatlantas Polres Blitar.

Menurut Amirul, kecelakaan itu berlangsung pada Minggu (11/8) siang atau sekitar pukul 11.00 WIB. Itu terjadi saat bus jurusan Blitar-Surabaya melintas dari arah barat (Kota Blitar). Saat itu, bus membawa banyak penumpang. Tepat melintas di Jembatan Kali Legi, bus itu berpapasan dengan mobil Toyota Sieta nopol N 1990 AG, yang dikemudikan Aditya D (24), warga Waingapu, Kupang, NTT.

Entah siapa yang salah, antara bus dengan mobil yang ditumpangi empat penumpang itu bersenggolan. Akibatnya, mobil Sieta mengalami rusak parah, terutama di bodi bagian kanannya, di antaranya bamper, dan pintu depan ringsek, sedang pintu kanan bagian belakang terlepas.

"Meski mobilnya mengalami rusak parah, namun tak ada korban jiwa. Bahkan, keempat penumpang mobil Sieta itu selamat semua, termasuk tak ada yang luka," ujarnya.

Dugaan petugas, senggolan kedua mobil itu karena ada salah satu, yang melaju terlalu ke kanan. Namun, itu belum diketahui pasti, apakah mobil pribadi itu atau bus-nya, itu yang sedang diselidiki. "Sebab, saat ini kami masih mengamankan TKP, terutama membawa mobil yang rusak itu ke pos lantas Brongkos. Untuk kasus ini, kami tetap mengutamakan mediasi," ungkapnya.
Untuk busnya, yang buru-buru tancap gas ke arah Malang usai bertabrakan itu, Amirul belum bisa memastikan apakah sengaja kabur atau ada penyebab lain.

Namun, yang jelas, kata dia, usai bertabrakan, bus tersebut tak ada di TKP sehingga petugas mengejarnya. Karena itu, petugas mengejarnya meski sampai ke wilayah Kabupaten Malang. Untuk mengejarnya, petugas mengantongi ciri-ciri busnya, dari foto yang didapat di TKP.

"Ini kan kasus kecelakaan, sehingga harus dituntaskan, apalagi ada pihak yang dirugikan secara material (mobil Sieta rusak parah). Karena itu, bus tersebut harus kami temukan, untuk diketahui siapa yang harus bertanggungjawab atas kecelakaan itu. Karena itu, petugas sampai harus mengejar cukup jauh atau ke wilayah orang lain. Memang, siang itu jalan rayanya lagi padat terutama banyak truk, yang lagi mengangkut tebu," ujarnya.(fiq/Tribunjatim.com)

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved