Liga Indonesia

Persebaya Vs Madura United, Djanur Kecewa dengan Keputusan Wasit, Dejan: Makanya Suporter Marah

Djadjang Nurdjaman akui kecewa dengan kepemimpinan wasit saat laga Persebaya vs Madura United.

Persebaya Vs Madura United, Djanur Kecewa dengan Keputusan Wasit, Dejan: Makanya Suporter Marah
SURYA/HABIBUR ROHMAN
Pemain Persebaya Surabaya memprotes keputusan wasit pada laga Persebaya vs Madura United pada pekan 13 Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman akui kecewa dengan kepemimpinan wasit saat laga Persebaya vs Madura United pada pekan 13 Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/8/2019).

Pertandingan Persebaya vs Madura United berakhir dengan skor imbang 2-2.

Djadjang Nurdjaman mengaku kecewa dengan wasit yang memimpin pertandingan Persebaya vs Madura United, Oki Dwi Putra, karena dinilai sering memberikan keputusan yang merugikan Persebaya Surabaya.

Persebaya Ditahan Imbang Madura United, Djanur Ungkap Penyebab Kurang Padunya Kerja Sama Para Pemain

Arema Ulang Tahun ke-32, Aremania Berharap Arema Bisa Juara Liga 1 2019 dan Main di Level Asia

Satu di antaranya adalah tidak diberikannya hukuman penalti saat sayap Persebaya Surabaya, Irfan Jaya dilanggar bek Madura United, Marckho Sandy di dalam kotak penalti.

Malah sebaliknya, Irfan Jaya diganjar kartu kuning, akibat ditengarai lakukan diving.

Atas keputusan itu pula, laga Persebaya vs Madura United sempat terhenti selama satu menit akibat lemparan botol oleh suporter yang kecewa dengan keputusan wasit.

“Wasit saya pikir kami sudah melihat semua kinerjanya seperti apa, mungkin hari ini kami banyak dirugikan oleh keputusannya,” terang pelatih yang akrab disapa Djanur seusai laga Persebaya vs Madura United.

Persebaya Vs Madura United, Raih Hasil Imbang, Djanur Kecewa dengan Penampilan Dua Pemain Asingnya

Cedera Ligamen, Striker Lokal Tersubur Absen Laga Derbi Jatim Arema FC Vs Persebaya Surabaya

Meski terus dirugikan, Djanur akui lelah selalu mengomentari kinerja wasit.

Apalagi meski dikomentari, kejadian serupa kembali terulang di laga selanjutya.

“Sekali lagi capek juga ngomong wasit, tapi belum juga ada perbaikan,” pungkas Djanur.

Tak hanya itu, Pelatih Madura United, Dejan Antonic pun mengakui pelanggaran yang dilakukan Marckho Sandy memang seharusnya diganjar penalti.

“Aku pikir (pelanggaran) yang dari Marckho Sandy sama Irfan itu penalti. Pantas tadi suporter marah pada wasit,” terang Dejan Antonic.

Persebaya Surabaya Berpisah dengan Djanur seusai Ditahan Imbang Madura United

Kembali Gantikan Jorge Lorenzo, Stefan Bradl Bertekad Melaju Lebih Cepat di MotoGP Austria 2019

Ditambahkan Dejan Antonic, untuk kemajuan sepak bola Indonesia, dirinya meyakini bahwa ia akan salah jika tidak menganggap pelanggaran Marckho Sandy sebagai penalti, karena pelangaran yang terjadi jelas terlihat.

“Untuk kemajuan sepak bola Indonesia, jangan bilang ini sepak bola Indonesia (pelanggaran tidak penalti), tidak, kami harus berubah,” pungkas Dejan Antonic. (Khairul Amin)

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Khairul Amin
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved