Petani di Gresik Gagal Panen Dua Kali, Gara-gara Serangan Hama Tikus dan Musibah Banjir Tiap Tahun

Tanaman padi di Desa Kepatihan Kecamatan Menganti Gresik diserang hama tikus. Akibatnya, petani mengalami kerugian jutaan rupiah.

Petani di Gresik Gagal Panen Dua Kali, Gara-gara Serangan Hama Tikus dan Musibah Banjir Tiap Tahun
SURYA/SUGIYONO
HAMA TIKUS - Petani memeriksa tanaman padinya yang mulai diserang hama tikus, Jumat (9/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Tanaman padi di Desa Kepatihan Kecamatan Menganti Gresik diserang hama tikus.

Akibatnya, petani mengalami kerugian jutaan rupiah dan gagal panen.

Musibah tersebut menimpa para petani di dusun Glintung Desa Kepatihan Kecamatan Menganti disaat tanaman padi akan panen.

Diperkirakan tanaman padi tersebut akan panen sepekan lagi.

Gara-gara Sering Curi Ponsel di Gresik, Pria Asal Benowo Diamuk Warga, Motor Pelaku Sampai Dibakar

Petani hanya bisa pasrah atas musibah hama tanaman tikus, sebab segela upaya untuk mengusir tikus sudah dilakukan.

Mulai dengan cara memasang jaring, memberi umbul-umbul dan obat tikus.

Petani merasa sangat rugi, sebab tanaman padi yang pertama di musim penghujan sudah gagal karena terendam banjir.

"Tanaman padi yang kedua ini juga gagal karena terkena hama tikus," kata Miskan, Jumat (9/8/2019).

Berontak, Sapi Kurban di Gresik Masuk ke Lubang Parit dan Terjebak di Lumpur

Tanaman padi yang diserang hama tikus tidak hanya punya Miskan, namun juga milik petani lain yang ada di Desa Kepatihan Kecamatan Menganti.

Akibat hama tikus tersebut petani mengaku rugi jutaan rupiah.

Sebab, untuk proses menanam padi sampai pemupukan membutuhkan biaya yang mahal.

Pemkab Gresik Akan Bangun Landmark di Kota Gresik, Kenang Sejarah dan Kejayaan Gresik Masa Lalu

"Bibit saja kita beli habis 3 kantong. Tiap kantong Rp 100.000. Pupuknya habis dua kwintal Rp 500.000, Urea satu sak, Phonska sak dan pupuk organik sak. Belum biaya tanam," kata Anam.

Dari kebutuhan tersebut, petani harus mengeluarkan biaya lagi yaitu membeli obat tikus.

"Yang lebih terasa untuk beli obat tikus sepekan 3kali. Sekali pengobatan Rp 18.000. Kalau tidak diobati, ya tidak kebagian," katanya. (Surya/Sugiyono)

Evakuasi Truk Trailer Nangkring di Atas Rel Kereta di Lamongan, Polisi Datangkan Crane dari Gresik

Penulis: Sugiyono
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved