Kisah Penjual Jamu Bikin Perpustakaan & TK Gratis di Rumahnya, Tiap Hari Sisihkan Uang Beli Buku

Kisah Penjual Jamu Bikin Perpustakaan & TK Gratis di Rumahnya di Sidoarjo, Tiap Hari Sisihkan Uang Beli Buku.

Kisah Penjual Jamu Bikin Perpustakaan & TK Gratis di Rumahnya, Tiap Hari Sisihkan Uang Beli Buku
SURYA/DANENDRA KUSUMA
Muhammad Fauzi tengah merapikan buku di rak yang berada di sudut ruangan perpustakaan Minggu (11/8) 

Kisah Penjual Jamu Bikin Perpustakaan & TK Gratis di Rumahnya, Tiap Hari Sisihkan Uang Beli Buku

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Berawal dari rasa keprihatinannya melihat orang tua bersusah-payah untuk menyekolahkan saudara kandung, Muhammad Fauzi (37) mendirikan perpustakaan, sekolah paud dan TK gratis.

Perpustakaan didirikan Fauzi 2011, sedangkan sekolah paud 2014 dan TK didirikan 2016.

Dewan Tunggu Penjelasan dari Pemkab Sidoarjo, Terkait Pemindahan Sejumlah Kantor OPD

Hanya 21 Anggota Dewan Hadir, Rapat Paripurna DPRD Sidoarjo Molor 3 Jam & Ditunda Pekan Depan

Lokasi perpustakaan dan sekolah berada di rumah Fauzi Desa Sukorejo, Buduran, Sidoarjo menjadi perpustakaan, sekolah paud dan TK.

Fauzi menyulap ruang tamu dan ruangan tengah rumahnya untuk dijadikan perpustakaan dan sekolah.

Heboh di Medsos Sapi Kurban Lepas dari Mobil & Lari di Tol Waru Sidoarjo, Ini yang Diperbuat Petugas

"Karena saya merasakan betapa orang tua saya memikul biaya sekolah anak-anaknya. Saya anak pertama dari 10 saudara. Pekerjaan orang tua saya berdagang sayur keliling. pendapatannya tak menentu. Saya sendiri lulusan SMP," katanya, Minggu (11/8).

Ia menceritakan, pendirian perpustakaan dan sekolah tentu tidak berjalan dengan mudah. Fauzi hanya bekerja sebagai penjual jamu keliling. Per harinya dia mendapat keuntungan Rp 100.000.

"Setiap hari saya menyisihkan uang untuk membeli buku. Seminggu atau dua minggu sekali harus ada anggaran Rp 200.000 dari hasil dari jualan jamu. Buku pertama berjumlah 37 eksemplar. Di antaranya terdiri dari buku pelajaran dan cerita anak. Saat ini banyak donatur yang menyumbangkan bukunya. Kini koleksi buku Yayasan Bustanul Hikmah sekitar 5.000 eksemplar," sebut pria berambut gondrong ini.

Selain itu Fauzi juga membuat perpustakaan keliling. Sebelumnya, dia membawa buku-buku koleksinya saat berdagang jamu. Sembari berjualan, Fauzi menyodorkan buku koleksinya kepada pelanggannya.

Namun kini, dirinya telah memiliki relawan untuk menjalankan perpustakaan kelilingnya. Buku tersebut juga tak dibawa dengan rombong jamu, melainkan dengan motor box roda tiga. Motor box tersebut dia dapat dari hasil menang lomba dari perusahaan mobil.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved