Memproduksi Minyak Atsiri, Sutoyo Sukses Angkat Ekonomi Warga Trenggalek

Aroma menenangkan langsung tercium ketika datang ke tempat penyulingan minyak atsiri milik Sutoyo (59) di Desa Watulimo.

Memproduksi Minyak Atsiri, Sutoyo Sukses Angkat Ekonomi Warga Trenggalek
SURYA/AFLAHUL ABIDIN
Sutoyo menunjukkan minyak atsiri yang diproduksi di tempatnya di Desa Watulimo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (11/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Aroma menenangkan langsung tercium ketika datang ke tempat penyulingan minyak atsiri milik Sutoyo (59) di Desa Watulimo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Dua tangki besar yang masing-masing bisa mengolah 600-650 kilogram (kg) minyak atsiri kelihatan menonjol.

Di dekat tangki itu, para pekerja sibuk menjaga pengapian.

Mereka memasukkan daun dan tangkai cengkeh hasil pengolahan atsiri untuk bahan bakar.

Hal ini untuk memastikan tak ada limbah yang terbuang percuma.

Pemkab Trenggalek Inisiasi Produksi Minyak Atsiri Organik di Kecamatan Bendungan

PKB Mendominasi Dapil 2 Tulungagung, Meloloskan Tiga Calon Terpilih

Sementara di sisi lain, minyak atsiri murni mengalir pelan memenuhi wadah-wadah penyimpanan yang disiapkan.

"Dalam sehari, kami minimal produksi dua tangki minyak atsiri. Kalau lagi musimnya, bisa sampai enam tangki," kata Sutoyo, kepada Surya (TribunJatim.com Network), Minggu (11/8/2019).

Minyak atsiri adalah bahan dasar wangi-wangian dan minyak gosok untuk pengobatan alami.

Di tempat penyulingan milik Sutoyo, mayoritas bahan minyak atsiri yang dipakai adalah daun dan batang cengkeh.

"Sekitar 75-80 persen produksinya minyak atsiri cengkeh. Kalau ditambah nilam, jumlahnya bisa 90 persen. Sisanya dari bahan-bahan yang lain," ungkap dia.

Halaman
1234
Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved