Pelaku Ujaran Kebencian Mbah Moen di Malang Bisa Bebas, Karena Idap Gangguan Psikis Paranoid

Pelaku Ujaran Kebencian Mbah Moen di Malang Bisa Bebas, Karena Idap Gangguan Psikis Paranoid.

Pelaku Ujaran Kebencian Mbah Moen di Malang Bisa Bebas, Karena Idap Gangguan Psikis Paranoid
SURYA/BENNI INDO
Daffa (memegang kertas) menyampaikan permohonan maaf atas ujaran kebencian yang ia lakukan kepada almarhum KH Maimun Zubair, Jumat (9/8/2019). 

Pelaku Ujaran Kebencian Mbah Moen di Malang Bisa Bebas, Karena Idap Gangguan Psikis Paranoid

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pelaku ujaran kebencian terhadap KH Maimoen Zubair asal Malang, Fulvian Daffa mengidap Gangguan Kepribadian Paranoid (GKP).

Sebelumnya, Fulvian Daffa dilaporkan oleh Santri Malang Raya karena mengunggah status di akun facebook pribadinya, Fulvian Daffa Umarela yang dinilai bermuatan kebencian terhadap KH Maimoen Zubair.

Pamit ke Warnet untuk Kerjakan Tugas, Siswa SMKN 6 Kota Malang Ini Sudah Seminggu Tak Kunjung Pulang

Bangunan Stasiun Malang Bakal Diperluas Tahun Ini, Tiru Stasiun Gubeng yang Punya Dua Wajah

Warga Malang yang Alami Kekeringan Segera Lapor ke Bhabinkamtibmas Terdekat untuk Dapat Bantuan Air

"Ada data medis yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan menderita gangguan kepribadian paranoid dari RS Saiful Anwar," terang Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi A, Senin (12/8/2019).

Ia menambahkan berdasarkan rekam medis, pemeriksaan terakhir atas kondisi psikis Fulvian terakhir dilakukan pada Januari 2019.

Hal inilah yang juga menjadi alasan Polres Malang Kota melepaskan Fulvian dan mengembalikannya kepada keluarga.

"Selain itu, pertimbangannya juga karena warga NU telah memaafkan dan mencabut laporan," ujarnya.

Fulvian Daffa resmi dilepas oleh polisi pada Sabtu (10/8) setelah mediasi bersama warga NU. Fulvian mengakui perbuatanya tersebut salah dan bersedia meminta maaf kepada keluarga besar KH Maimoen Zubair di Rembang, Jawa Tengah.

"Dia juga berjanji bersedia menjadi santri di Pondok Pesantren yang dikelola oleh orang NU," tutupnya.

Sebelumnya, unggahan status Facebook Fulvian ramai dibicarakan netizen lantaran diduga bermuatan ujaran kebencian.

Saat itu, pria asal Donomulyo, Kabupaten Malang ini mengaku tidak ada gunanya bersimpati atas wafatnya KH Maimoen Zubair. Ia bahkan mencatut nama dua organisasi muslim terbesar Indonesia yakni NU dan Muhammadiyah.

Berikut unggahan Fulvian yang dinilai menghina KH Maimoen Zubair:

"Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kematian si mumun zubair, alhamdulillah populasi NU berkurang, saya orang Muhammadiyah, gak ada gunanya saya berduka atas kematian orang NU," begitu yang tertulis pada postingan akun milik Fulvian pada Jumat (9/8/2019) lalu.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved