Kasus Amblesnya Jalan Gubeng

Pelimpahan Tersangka Amblesnya Jalan Gubeng Tak Jelas, Jaksa Tanya ke Polisi, Siap Kembalikan Berkas

Pelimpahan Tersangka Amblesnya Jalan Gubeng Tak Jelas, Jaksa Tanya ke Polisi, Siap Kembalikan Berkas.

Pelimpahan Tersangka Amblesnya Jalan Gubeng Tak Jelas, Jaksa Tanya ke Polisi, Siap Kembalikan Berkas
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIK
Richard Marpaung selaku Kasiepenkum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur 

Pelimpahan Tersangka Amblesnya Jalan Gubeng Tak Jelas, Jaksa Tanya ke Polisi, Siap Kembalikan Berkas

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sejak dinyatakan sempurna atau P21 berkas kasus amblesnya Jalan Gubeng, Surabaya.

Kini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim tak kunjung menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti atau tahap II dari Polda Jatim. 

Kasi Penkum Kejati Jatim Richard Marpaung mengaku hingga kini belum ada konfirmasi perihal tahap II tersebut. 

Kasus Dugaan Korupsi, Anggota DPRD Kota Jombang Tak Hadir Penuhi Panggilan Kejati Jatim

Penyidikan Kasus YKP Jalan di Tempat Pasca Penyerahan Aset, Kejati Jatim: Kita Butuh Tenggang Waktu

Kejati Jatim Benarkan Pemkot Surabaya Ajukan Pemblokiran ke BPN Terkait Aset YKP: Sudah Diberitahu

"Belum ada konfirmasi kapan akan dilimpahkan ke Kejati Jatim untuk tersangka dan barang bukti," tegasnya, Senin, (12/8/2019). 

Kini pihaknya tengah berupaya memberikan waktu kepada penyidik untuk melimpahkan tersangka dan barang bukti. "Mungkin tersangka yang tidak ditahan itu maka kesulitan untuk dilimpahkan ke Kejati," imbuhnya. 

Jika batas waktu satu bulan tidak kunjung dilimpahkan tersangka dan barang bukti itu maka Kejati Jatim akan menerbitkan P-21A.

"Ini untuk menanyakan kembali kasus ini kapan akan dilimpahkan ke Kejati Jatim ke penyidik," ujarnya.

Dengan diterbitkan surat P21A itu maka Kejati Jatim memberikan waktu satu bulan. Jika tidak ada konfirmasi apa pun dari penyidik maka Kejaksaan bisa mengembalikan SPDP hingga berkas ke penyidik atau P-17 ke Polda Jatim.

"Itu dilakukan agar berkas juga tidak hilang dan tindakan selanjutnya apa dari Penyidik itu yang akan dilakukan," tandasnya. 

Penyidik Polda Jatim menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus amblesnya Jalan Gubeng, Surabaya

Keenam tersangka itu antara lain RH selaku Projek Manager PT Saputra Karya; AP selaku Side Manager dari PT NKE; BS selaku Dirut PT NKE; RW selaku Manager PT NKE; LAH selaku Engenering SPV PT Saputra Karya dan AK yang merupakan Side Manager PT Saputra Karya.

Dalam berkas perkara tersebut pasal yang disangkakan berbeda-beda. Dalam berkas pertama, penyidik menetapkan tiga tersangka dengan Pasal 192 ke-2 KUHP atau Pasal 63 ayat (1) UU NO 38 Tahun 2004 tentang jalan. Sedangkan dalam berkas yang kedua ada Pasal tambahan seperti Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang turut serta.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved