Peredaran Sabu-Sabu Menyebar Sampai ke Pelosok Jember

Peredaran sabu-sabu di Kabupaten Jember ternyata sudah menyebar hingga ke pedesaan. tangkapan jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Jember

Peredaran Sabu-Sabu Menyebar Sampai ke Pelosok Jember
sri wahyunik/surya
Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo memimpin rilis pengungkapan peredaran sabu-sabu di Jember, Senin (12/8/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Peredaran sabu-sabu di Kabupaten Jember ternyata sudah menyebar hingga ke pedesaan. Hal ini bisa terlihat dari tangkapan jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Jember akhir pekan lalu.

Polisi menangkap dua orang dalam kepemilikan sabu-sabu yakni M Amin (40) warga Desa Karangharjo Kecamatan Silo, dan Khairolla (53) warga Desa Suco Kecamatan Mumbulsari, Jember. Dua desa ini terbilang jauh dari pusat Kota Jember.

Awalnya polisi menangkap Amin di rumahnya. Polisi mendapatkan informasi dari warga setempat jika ada warga Desa Karangharjo yang memiliki sabu-sabu. Setelah menangkap Amin, polisi menangkap Khairolla di rumahnya. Dari tangan dua orang ini, polisi menyita barang bukti sabu-sabu seberat 1 gram.

Kepada polisi, Amin mengaku memiliki sabu-sabu untuk dipakai sendiri. Dia mendapatkannya dari Khairolla. Namun polisi menduga, kedua orang ini sama-sama mengedarkan sabu-sabu itu. Karenanya polisi akan mendalami pengakuan mereka.

"Kami mendapatkan informasi perihal peredaran narkoba jenis sabu-sabu dari dari kiai dan santri di Karangkahor. Akhirnya kami lakukan penyelidikan dan bisa menangkap tersangka beserta barang buktinya," ujar Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo dalam rilis di Mapolres Jember, Senin (12/8/2019).

Salah satu kiai yang mengabarkan perihal dugaan peredaran narkoba itu adalah KH Hodri Arief, Pengasuh Ponsep Bahrul Ulum Desa Karangharjo, Silo, Jember. Kusworo menegaskan, pihaknya akan terus memerangi peredaran narkoba di Kabupaten Jember.

"Tentunya akan kami dalami. Meskipun mereka mengaku baru tiga bulan ini memakai sabu-sabu. Dan kami ucapkan terimakasih atas kerjasama dari kiai dan santri," tegas AKBP Kusworo Wibowo kepada Tribunjatim.com.

Sedangkan KH Hodri Arief mengatakan, dirinya tidak mengenal tersangka Amin. Dia hanya mengenal secara wajah namun tidak mengetahui namanya.

"Rumahnya cukup jauh dari pondok sekitar 1 Km. Saya mendapatkan laporan dari beberapa warga perihal sabu-sabu itu. Kami tentunya tidak bisa berjalan sendiri, akhirnya kami informasikan ke kapolres. Peredaran narkoba ini harus diperangi bersama-sama karena bisa merusak generasi. Tentu saja kami harus peduli kepada lingkungan sekitar," tegas Hodri yang hadir saat rilis di Mapolres Jember.

BREAKING NEWS: Peras Pejabat Gresik, Tim Saber Pungli Gresik Tangkap Oknum LSM

Rahmat Muhajirin, Orang Pertama yang Mendeklarasikan Diri Maju Pilkada Sidoarjo 2020

Lebih dari 100 Ijazah Lulusan S3 UM Ditahan Karena Belum Menulis Karya Ilmiah Terindeks Scopus

Hodri mengapresiasi langkah cepat kepolisian atas pengaduan warga perihal indikasi peredaran narkoba di lingkungan mereka. Hodri menambahkan, di lingkungan POnpes dan desa setempat, kini rajin ada patroli gabungan antara santri dan warga.

Patroli itu tidak hanya untuk mendeteksi dini peredaran narkoba namun juga untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas yang lain.

Usai rilis itu ada pemandangan yang membuat wartawan tersenyum. Sebab Amin, salah satu tersangka kepemilikan narkoba itu mencium tangan Hodri sesaat sebelum kembali digiring masuk ke sel tahanan Mapolres Jember.

Selain merilis hasil tangkapan jajaran Satreskoba POlres Jember, Kapolres Jember juga memimpin rilis pengungkapan peredaran narkoba oleh Polsek Rambipuji. Jajaran Polsek Rambipuji menangkap Muhammad alias Pak Dian (42) warga Desa Sumberdanti Kecamatan Sukowono, Jember. Dari tangan lelaki itu, polisi menyita barang bukti sabu seberat 8,8 gram. Muhammad diduga sebagai pengedar sabu-sabu. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved