Kelegaan Pria Surabaya Ini Terima Vonis 1 Tahun 3 Bulan Bui, Gegara Bawa Rp 40 Juta Pelanggan PDAM

Kelegaan Pria Surabaya Ini Terima Vonis 1 Tahun 3 Bulan Bui, Gegara Bawa Rp 40 Juta Pelanggan PDAM.

Kelegaan Pria Surabaya Ini Terima Vonis 1 Tahun 3 Bulan Bui, Gegara Bawa Rp 40 Juta Pelanggan PDAM
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
terdakwa Adie Soeparno saat jalani sidang di PN Surabaya, Selasa, (13/8/2019) 

Kelegaan Pria Surabaya Ini Terima Vonis 1 Tahun 3 Bulan Bui, Gegara Bawa Rp 40 Juta Pelanggan PDAM

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ditemani istrinya, terdakwa Adie Soeparno menunggu di Ruang Sidang Candra, Pengadilan Negeri Surabaya.

Warga Asem Jajar ini jalani sidang putusan di hadapan majelis hakim atas kasus dugaan penipuan

Terdakwa yang mengaku sebagai petugas PDAM Surabaya ini divonis selama satu tahun tiga bulan lantaran berhasil menipu 450 pelanggan. 

Terdampak Musim Kemarau, Belasan Wilayah di Sampang Mengalami Kekeringan hingga Kemacetan Air PDAM

Warga Sampang Sambat Air PDAM Macet Tapi Tetap Bayar, Sebut Masalah yang Tak Pernah Ada Solusi

Keran Air Siap Minum di Surabaya Kurang Peminat, PDAM Usulkan Pasang Pendingin Air

Sebelum diketok palu putusan, majelis hakim mempertimbangkan hal-hal yang meringankan serta memberatkan. Hal yang memberatkan terdakwa karena merugikan masyarakat.

Sedangkan hal yang meringankan terdakwa menyesal dan mengakui perbuatannya. "Mengadili terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penipuan dan divonis selama satu tahun tiga bulan dan dikurangi selama masa tahanan," kata ketua majelis saat bacakan amar putusan, Selasa, (13/8/2019). 

Menanggapi putusan tersebut, terdakwa mengaku menerima lantaran hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU Ugi bramantyo, yang menuntut terdakwa dengan hukuman dua tahun. 

Diberitakan sebelumnya, terdakwa Adi Soeparno, telah menipu 450 pelanggan PDAM di wilayah Pakal.

Motifnya yaitu para pelanggan menitipkan uang pembayaran tagihan PDAM setiap bulan kepada Adi, tapi uang itu tidak diserahkan ke kantornya. Uang itu justru digunakan untuk kepentingannya pribadi.

Masalah terjadi ketika PDAM mengubah sistem pembayaran tagihan. Dari sebelumnya secara manual dan bisa dititipkan petugas menjadi sistem online.

Pelanggan yang tidak mau repot membayar dengan sistem online memilih untuk menitipkan pembayaran ke Adi. 

Dia lalu mengecek tagihan setiap pelanggan secara online kemudian menyampaikan dengan menuliskan di secarik kertas yang diserahkan ke pelanggan.

Namun, uang itu tidak langsung diserahkan ke kantornya. Dia yang membawa uang banyak tergiur. Selama tiga bulan, dia membawa uang tagihan sampai Rp 40 juta. Adi mencoba memutar uang itu agar mendapatkan uang lebih banyak dengan membuka bisnis.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved