Kota Malang Digeruduk Mahasiswa Baru, Dishub Kota Malang Lalukan Rekayasa Lalu Lintas

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyiapkan rekayasa lalu lintas ketika terjadi kemacetan akibat membludaknya mahasiswa baru (maba)

Kota Malang Digeruduk Mahasiswa Baru, Dishub Kota Malang Lalukan Rekayasa Lalu Lintas
ISTIMEWA
Suasana penyambutan mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) Malang 2018 saat PK2MB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) lalu. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyiapkan rekayasa lalu lintas ketika terjadi kemacetan akibat membludaknya mahasiswa baru (maba).

Hari ini, seluruh maba di perguruan tinggi negeri (PTN) sedang melaksanakan kegiatan pengenalan kehidupan kampus.

"Rekayasa menunggu kondisi di lapangan. Jika macet parah, kami siapkan rekayasa lalu lintas agar terpecah," ujar Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyatno, Selasa (13/8/2019).

Seperti diketahui, di Kota Malang terdapat beberapa kampus negeri diantaranya Universitas Brawijaya, Universitas Malang dan Universitas Islam Malang. UB misalnya, menjadi kampus negeri di Indonesia yang menyerap maba paling banyak.

"Karena itu konsentrasi kami adalah di jalan sekitar UB memang," ucapnya kepada Tribunjatim.com.

KPU Surabaya Tetapkan Anggota DPRD Terpilih, PDIP Tetap Dominan 15 Kursi, PKB & Golkar Hanya 5 Kursi

Hendak Edarkan Sabu di Terminal Purabaya Sopir Angkot Ditangkap Polisi, Kamar Kostnya Digeledah

Bongkar Pabrik Merkuri Illegal di Sidoarjo, Begini Polisi Cara Mengungkapnya

Selain di UB, daerah sekitar UM juga bakal direkayasa. Apalagi di kawasan tersebut, juga terdapat kompleks sekolah islam yang sehari-harinya menimbulkan kepadatan.

Menurut Handi, rekayasa lalu lintas itu tidak berlaku seterusnya melainkan hanya beberapa jam.

"Menunggu sampai arus cair. Setelah itu kembali lagi," katanya kepada Tribunjatim.com.

Handi mengatakan pihak kampus sangat kooperatif dalam hal mencegah kemacetan. Mereka melarang maba menggunakan kendaraan pribadi.

"Motor atau mobil nggak boleh. Jadi kalau kosnya deket, jalan kaki lebih baik," tutupnya kepada Tribunjatim.com.

Pengenalan kehidupan kampus ini akan berlangsung selama tujuh hari. Selama itu pula, mekanisme rekayasa lalu lintas akan diterapkan.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved