Polda Jatim Bongkar Pabrik Merkuri Illegal di Sidoarjo, Pelaku Jual Lewat Medsos

Pelaku utama pembuatan bahan tambang merkuri illegal di kawasan Sidoarjo yang dibongkar oleh Ditreskrimsus Polda Jatim, ternyata Lewat Medsos

Polda Jatim Bongkar Pabrik Merkuri Illegal di Sidoarjo, Pelaku Jual Lewat Medsos
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Pabrik pembuatan bahan tambang merkuri ilegal di kawasan Sidoarjo yang dibongkar Ditreskrimsus Polda Jatim ternyata belasan tahun beroperasi menggunakan kedok gudang penyimpanan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pelaku utama pembuatan bahan tambang merkuri illegal di kawasan Sidoarjo yang dibongkar oleh Ditreskrimsus Polda Jatim, ternyata memasarkan melalui media sosial.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, menuturkan selama kurun waktu 13 tahun sejak 2006 menjalankan bisnis tersebut, pelaku memasarkan melalui media sosial.

"Pemasarannya melalui online dan kami tangkap melalui media sosial," katanya saat ditemui awakmedia di depan Gedung Ditreskrimsus Mapolda Jatim, Selasa (13/8/2019).

Ia menerangkan, pelaku memasarkan produk merkuri illegal yang dibuatnya menggunakan nama produk 'Bold'.

Yusep mengungkapkan, pihaknya melakukan penangkapan terhadap pelaku, setelah memperoleh informasi dari cyberpatrol yang dilakukan Polda Jatim.

"Melalui proses thrassing dan undercoverbyte, maka kami melakukan penyelidikan dan transaksi dengan penjual mercuri," ujarnya.

Bongkar Pabrik Merkuri Illegal di Sidoarjo, Begini Polisi Cara Mengungkapnya

Melintas di Jalan Raya Lamongan - Gresik Bawa Sabu-sabu, Warga Glagah Diciduk Polisi

Pria Asal Surabaya Ditemukan di Jombang Sudah Jadi Mayat, Kondisi Membengkak

Kepasa penyidik, tersangka mengaku kebanyakan pembeli produk kimia merkuri illegal mereka adalah dari Kalimantan.

"Dua tersangka diantaranya, pengakuannya pendistrubusian di wilayah Kalimantan Tengah," jelasnya.

Satu kilogram merkuri dalam kemasan botol kecil dijual sekitar Rp 1.5 Juta, namun bila dikirim ke luar jawa, harganya bisa naik hingga kisaran Rp 2 Juta.

"Kalau keuntungannya cuma dikit ya mereka gak akan jual," tandasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved