Punya Potensi Besar di Pasar Ekspor, Kemenko Perekonomian Terus Menggarap Hortikultura Indonesia

Punya potensi besar di Ppsar ekspor, Kemenko Perekonomian terus menggarap hortikultura Indonesia

Punya Potensi Besar di Pasar Ekspor, Kemenko Perekonomian Terus Menggarap Hortikultura Indonesia
ISTIMEWA
(dua dari kiri) Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono. Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi dan (satu dari kanan) Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Musdalifah Mahmud saat menunjukan buah-buahan dari hasil Holtikultura Indonesia yang di tanam petani Indonesia. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono menyebut, pihaknya terus berupaya mengoordinasikan kementerian ataupun lembaga terkait dan pemerintah daerah untuk lebih fokus menggarap potensi hortikultura.

Ekspor hortikultura Indonesia sangat besar, terutama komoditas buah-buahannya yang mencapai 55 persen.

"Kita pilih hortikultura karena dalam kompetisi global terbukti kualitas hortikultura kita lebih unggul," kata Susiwijono, Selasa (13/8/2019).

Dirjen Hortikultura Puji Petani di Kulon Progo yang Sukses Menanam Cabai di Lahan Pasir Laut

Salah satu langkah konkritnya seperti melalui pemanfaatan fasilitas Kawasan Berikat yang sudah diinisiasi oleh Ditjen Bea Cukai Kemenkeu bekerjasama dengan PT Great Giant Pineapple (GGP) Lampung.

Menurut Susiwijono, selama ini fasilitas yang diberikan untuk kawasan berikat seperti pembebasan fiskal dan non-fiskal lebih banyak dinikmati para pelaku usaha perseroan.

"Bahkan sekarang petani pun bisa mendapatkan manfaatnya, melalui model kawasan berikat plasma hortikultura. Syaratnya, produk yang dihasilkan harus untuk ekspor," terangnya.

Kementerian Pertanian Persiapkan Arah Pembangunan Hortikultura Indonesia Periode 2020-2024

Petani pun bisa dimitrakan dengan pelaku usaha yang menjadi off-taker.

"Bahkan sekarang kita sedang merintis kerjasama dengan 13 kepala daerah yang berkomitmen mengembangkan pola ini. Semua Kementerian dan Lembaga terkait kita minta duduk bersama untuk bekerja sama," tandasnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved