Tekan Biaya Produksi Pertambangan Emas, Dinas ESDM :t Industri Lazim Pakai Merkuri Ketimbang Sianida

Terbongkarnya pabrik pembuatan merkuri illegal oleh Ditreskrimsus Polda Jatim mendapat perhatian Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim.

Tekan Biaya Produksi Pertambangan Emas, Dinas ESDM :t Industri Lazim Pakai Merkuri Ketimbang Sianida
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Disperindag Jatim menanggapi kasus terbongkarnya pabrik merkuri ilegal di Surabaya. Pihaknya menyebut ada sanksi 4 tahun penjara dan denda Rp 10 M. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA -Terbongkarnya pabrik pembuatan merkuri illegal oleh Ditreskrimsus Polda Jatim mendapat perhatian Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim.

Kepala Bidang Pertambangan Dinas ESDM Jatim Agung memastikan, pihaknya tidak akan memberikan perizinan pada setiap aktivitas produksi yang melibatkan zat merkuri sebagai bahan bakunya.

"Secara prinsip kalau itu menyangkut perizinan dalam permohonannya menggunakan bahan merkuri maka praktis perizinannya tidak kami terbitkan," katanya saat ditemui awakmedia di depan Gedung Ditreskrimsus Mapolda Jatim, Selasa (13/8/2019).

Bagi Agung, bahan kimia jenis itu merupakan bahan yang sangat berbahaya bagi lingkungan dan manusia.

"Berakibat pada kerusakan organ terutama dalam waktu penggunaannya relatif lama," ujarnya.

Menurutnya, izin penggunaan zat kimia merkuri lazim diajukan oleh industri pertambangan emas.

Merkuri, ternyata merupakan satu diantara bahan campuran dalam memurnikan zat emas.

Terbongkarnya Pabrik Merkuri Ilegal di Surabaya, Sanksi 4 Tahun Penjara & Denda Rp 10 Miliar Menanti

Berhenti Jadi Asisten Raffi Ahmad, Merry Dapat Hadiah Jam Tangan Mewah, Harganya Rp 600 Juta!

Pengakuan Driver Ojol yang Lecehkan Penumpang, Bawa ke Tempat Sepi & Kejar Korban Saat Meloncat

"Perizinan pengelolaan pertambangan terutama ini memang kerap diproyeksikan untuk pengolahan produksi bahan tambang berupa emas," jelasnya.

Biasanya, ungkap Agung, industri pertambangan emas yang menggunakan bahan merkuri sebagai penjernihnya, dimaksudkan agar menghemat budget pengeluaran proses produksi dari pihak perusahaan.

Halaman
12
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved