Usung Konsep Pembelajaran Jarak Jauh, Mahasiswa Untag Surabaya Buat E-Learning Sesuai Gaya Belajar

Konsep pembelajaran jarak jauh saat ini telah biasa diterapkan oleh sejumlah perguruan tinggi.

Usung Konsep Pembelajaran Jarak Jauh, Mahasiswa Untag Surabaya Buat E-Learning Sesuai Gaya Belajar
SURYA.CO.ID/SULVI SOFIANA
Mahasiswa Teknik Informatika Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Trio Wicaksono (kanan) saat menjelaskan konsep adaptif learning untuk konsep pembelajaran jarak jauh yang dibuatnya pada dosen pembimbingnya, Supangat di kantor Direktorat Sistem Informasi, Selasa (13/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Konsep pembelajaran jarak jauh saat ini telah biasa diterapkan oleh sejumlah perguruan tinggi.

Sayangnya konsep pembelajaran kerap monoton dan membuat penggunanya menjadi bosan dan enggan mempelajari materi yang ada.

Untuk itu, mahasiswa Teknik Informatika Universitas 17 Agustus 1945 atau Untag Surabaya, Trio Wicaksono (22) mengusung konsep adaptif learning untuk konsep pembelajaran jarak jauh yang dibuatnya.

"Adaptif Learning yang saya buat terinspirasi E-learning buatan dosen yang dibuat berdasarkan kepribadian. Makanya saya ingin mengembangkan berdasarkan gaya belajar," ungkap pria kelahiran Bangka Belitung, 26 Juni 1997 ini.

Kompetisi Persebaya 2019, Untag Rosita Puncaki Klasemen

Trio mengungkapkan konsep ini akan memberikan pembelajaran sesuai dengan gaya belajar seseorang. Karena setiap pribadi memiliki gaya belajar yang berbeda satu sama lain.

"Nantinya saat ada materi dari tentornya bisa di grouping atau dibuat kelompok belajar sesuai dengan gaya belajarnya,"ujarnya.

Penentuan gaya belajar ini dibagi berdasarkan empat dimensi dan delapan gaya belajar.

Dimensi itu diantaranya yaitu Dimensi pemrosesan yang terdiri dari gaya belajar aktif dan reflektif. Kelompok belajar dimensi ini cenderung mempelajari materi dengan praktek. "Jadi sebelum berfikir mereka harus diajak riset,"urainya.

Mahasiswa Untag Surabaya Inovasikan Energi Terbarukan Pembangkit Listrik Sesuai Musim di Indonesia

Kemudian ada pula Dimensi persepsi terdiri dari sensing dan intuitif. Kelompok belajar ini gaya belajarnya cenderung menghubungkan materi satu dengan lainnya.

"Ada juga Dimensi input terdiri dari gaya belajar visual dan verbal, kategori ini gaya belajarnya lebih tertarik pada video dan penulisan dalam pembelajarannya," lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved