Liga 1 2019

Arema FC vs Persebaya, Ini Cara Tim Bajul Ijo Atasi Tekanan Rivalitas Hadapi Singo Edan

Arema FC vs Persebaya, Ini Cara Tim Bajul Ijo Atasi Tekanan Rivalitas Hadapi Singo Edan.

Arema FC vs Persebaya, Ini Cara Tim Bajul Ijo Atasi Tekanan Rivalitas Hadapi Singo Edan
TRIBUNJATIM.COM/NDARU WIJAYANTO
Bejo Sugiantoro mulai memimpin latihan tim Persebaya Surabaya di Lapangan Polda Jatim sebagai caretaker pasca Djadjang Nurdjaman diberhentikan, Senin (12/8/2019). 

Arema FC vs Persebaya, Ini Cara Tim Bajul Ijo Atasi Tekanan Rivalitas Hadapi Singo Edan

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bejo Sugiantoro, caretaker Persebaya Surabaya akui pihaknya miliki cara tersendiri tekan tingginya rivalitas jelang hadapi Arema FC, laga pekan 14 Liga 1 2019, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (15/8/2019).

Cara berbeda dikatakan Bejo akan disiapkan jelang hadapi syarat gengsi tersebut. Apalagi sebelumnya, Persebaya berada pada kondisi sulit setelah dikosongkannya posisi pelatih kepala usai diistirahatkannya Djadjang Nurdjaman.

Arema FC vs Persebaya, Tiga Mobil Barracuda Kawal Bus Pemain Tim Bajul Ijo ke Malang

Prediksi Skor Arema FC Vs Persebaya Liga 1 2019, Aremania Sebut Singo Edan Akan Menang Tipis 2-1

Arema FC vs Persebaya, Ini Siasat Jitu yang Diterapkan Singo Edan, Fokus di Pertahanan & Pergerakan

Apalagi, berdasarkan rekam jejak, Bajul Ijo selalu kesulitan raih hasil positif saat bermain di Malang. Kali terakhir Persebaya bisa bawa pulang poin di Liga Indonesia musim kompetisi 1997-1998.  

Laga yang berlangsung 12 April 1998 tersebut berakhir dengan skor imbang 0-0. Setelahnya, Persebaya selalu telan kakalahan saat bermain di Malang.

Termasuk laga terakhir di Piala Presiden 2019, Persebaya harus takluk 2-0 dari Singo Edan (12/4/2019).

“Kami punya game plan dan cara sendiri untuk mengaplikasikan di lapangan nantinya. Tiga hari kemarin sudah diaplikasikan dalam latihan, dan pemain sudah bisa menerima dan siap pertandingan besok,” terang Bejo, Rabu (14/8/2019).

Sementara tentang tingginya tensi permainan akibat rivalitas kedua tim, disebut Bejo itu hal wajar, dan tidak hanya terjadi tahun ini saja.

“Piala Presiden kemarin (2019) juga sudah ada rivalitas, rivalitas tetep ada antara Surabaya dan Malang, tetep selalu ada sampai kompetisi kapanpun pasti ada, jadi biasa,” ucap Bejo.

Dengan tingginya tensi rivalitas itu, diucapkan pelatih 42 tahun itu, tidak ada kata lain selain keinginan menang di laga besok.

“Datang kesini (Malang) dengan rivalitas pasti ada tujuan menang. Saya berusaha membangun mental pemain untuk berbuat lebih di sini,” pungkas Bejo.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved