Jadi Kurir Sabu Selama 2 Tahun, Pria Surabaya Ini Hanya Pasrah Polisi Bekuk di Rumah Kos Saat Tidur

Jadi Kurir Sabu Selama 2 Tahun, Pria Surabaya Ini Hanya Pasrah Polisi Bekuk di Rumah Kos Saat Tidur.

Jadi Kurir Sabu Selama 2 Tahun, Pria Surabaya Ini Hanya Pasrah Polisi Bekuk di Rumah Kos Saat Tidur
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Machfirano (35) alias Rano saat dikeler Anggota Ditresnarkoba Polda Jatim 

"Jaringannya dari irwan, rumahnya di Sidoarjo, tapi dia gak tahu, karena dapatnya diranjau," ujarnya.

Setelah mendapat pasokan, Reno menjual sabu-sabu itu dengan sistem setoran.

Bila satu gram sabu bisa terjual, Reno dapat mengantongi uang sekitar Rp 100 Ribu.

Setoran uang hasil penjualan sabu lalu diberikan oleh Reno kepada Irwan.

"Cara kasih uangnya, diambil langsung oleh Irwan, langsung ketemu," katanya.

Totok mengungkap, prosedur marketing penjualan yang dilakukan Reno terbilang berani.

Para pembeli ataupun pelanggan sabunya bisa langsung datang ke rumah kos yang dihuni Reno bersama istrinya.

"Kan nunggu pasien (pembeli), jadi pembeli langsung datang ke kosnya itu," celetuk Totok, lalu terkekek.

Kepada penyidik bapak dua anak itu mengaku, uang hasil berjualan sabu digunakan untuk keperluan pribadi.

"Istrinya aja gak tau uangnya habis buat apa. Jadi cuma dibuat kebutuhan si pelaku sendiri," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved