Rumah Politik Jatim

Sikap Khofifah Tunda Penyertaan Modal Bank Jatim Syariah Tuai Pro-Kontra di DPRD Jatim, Paradoks?

Rencana Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Timur untuk menunda penyertaan modal pendirian Bank Umum Syariah (BUS) menuai pro dan kontra di DPRD Jatim.

Sikap Khofifah Tunda Penyertaan Modal Bank Jatim Syariah Tuai Pro-Kontra di DPRD Jatim, Paradoks?
SURYA.CO.ID/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY
Sidang Paripurna DPRD Jatim, Senin (12/8/2019). Rencana Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Timur untuk menunda penyertaan modal pendirian Bank Umum Syariah (BUS) menuai pro dan kontra di DPRD Jatim. 

"Hal ini seperti menihilkan Pembicaraan sebelumnya. Ini tidak elok dengan apa yang sudah dibahas, dicreat. Kami tidak menyalahkan, namun kami melihat Gubernur tak memiliki konsen terhadap pengembangan syariah," kata Sadad menambahkan.

Sebelumnya, di dalam Perda yang akan diubah tersebut, dalam ketentuan pasal 4E menyebutkan bahwa penyertaan modal yang akan disertakan kepada PT Bank Jatim Syariah (Perseroda) pada tahun 2019 sebesar Rp525 miliar.

Rincianya, Rp200 miliar akan dianggarkan pada APBD 2019. Kemudian, Rp325 miliar dianggarkan melalui Perubahan APBD 2019.

Mengutip nota penjelasan yang disampaikan Khofifah melalui sidang paripurna terungkap beberapa alasan pihaknya mengusulkan penundaan penyertaan modal tersebut.

Pertama, dengan mempertimbangkan terbitnya undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah.

Mengutip UU tersebut, Spin off Bank Umum Syariah dari Unit Umum Syariah (UUS) milik Bank Induk diberikan batas waktu hingga 2023 atau 15 tahun sejak undang-undang tersebut diterbitkan.

"Mempertimbangkan fakta di atas, belum tercapai batasan waktu yang dimandatkan undang-undang," kata Khofifah pada nota penjelasannya.

Selain itu, juga dengan mempertimbangkan kontribusi aset UUS terhadap Bank Jatim saat ini.

Mengutip regulasi dari Undang-Undang tersebut, UUS harus pisah dari bank induk apabila kontribusi aset setelah mencapai paling sedikit 50 persen dari total aset bank Induk.

Namun saat ini, aset UUS setelah berjalan selama 13 tahun ternyata baru mencapai Rp2,7 triliun dari total aset Bank Jatim sebesar Rp68,7 triliun.

"Dengan demikian masih sangat jauh dari keharusan untuk melaksanakan pemisahan (spin off)," katanya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved