Jadi Kurir Sabu, Ibu Rumah Tangga Asal Tuban Dihukum 6 Tahun Penjara dan Ancaman Denda Rp 1 Miliar

Terdakwa Widiya Rahayu (22), warga Kelurahan Pucangan Kecamatan Momtong, Kabupaten Tuban divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik

Jadi Kurir Sabu, Ibu Rumah Tangga Asal Tuban Dihukum 6 Tahun Penjara dan Ancaman Denda Rp 1 Miliar
Jadi Kurir Sabu, Ibu Rumah Tangga Asal Tuban Dihukum 6 Tahun Penjara dan Ancaman Denda Rp 1 Miliar 

TRIBUNGRESIK.COM, GRESIK - Terdakwa Widiya Rahayu (22), warga Kelurahan Pucangan Kecamatan Momtong, Kabupaten Tuban divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik dengan hukuman selama 6 tahun penjara.

Tersangka terbukti menjadi perantara nakorba jenis sabu-sabu seberat 0,16 gram.

Putusan tersebut dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik Putu Gede Hariadi. Bahwa terdakwa Widiya terbukti melanggar Pasal 114 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Gapura Kantor Samsat Gresik Diberi Ikon Burung Garuda, Semarakkan Semangat Kebangsaan Sambut HUT RI

Dalam putusan tersebut, dibacakan bahwa terdakwa terbukti mengirimkan paket sabu 0,16 gram kepada Saiful yang sudah tertangkap dan divonis.

Atas perbuatannya, terdakwa Widiya Rahayu divonis melanggar pasal 114 ayat (1), Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menghukum terdakwa Widiya Rahayu dengan hukuman selama 6 tahun penjara denda Rp 1 Miliar subsider 6 bulan kurungan," kata Hariadi, Rabu (14/8/2019).

Perbuatan terdakwa yang memberatkan yaitu terdakwa tidak terus terang dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan di depan persidangan.

Oknum LSM Pemeras Pejabat Pemkab Gresik Akhirnya Ditahan Polisi

Terdakwa tidak menyesali perbuatannya, terdakwa merusak generasi muda dan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba.

Sementara perbuatan yang meringankan yaitu terdakwa bersikap sopan dalam persidangan dan belum pernah dihukum.

Putusan majelis hakim PN Gresik tersebut lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum Nurul Istianah yang menuntut hukuman terhadap terdakwa Widiya Rahayu dengan hukuman selama 9 tahun dan denda Rp 1 Miliar subsider 6 bulan kurungan.

Atas putusan tersebut, Arie Istiawan penasehat hukum terdakwa Widiya Rahayu dan jaksa penuntut umum Nurul Istianah menyatakan pikir-pikir. "Kita pikir-pikir," kata Arie.

(ugy/Sugiyono)

Penulis: Sugiyono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved