Kisah Bayi 14 Bulan Tunggui Mayat Ayah, Peluk Kepala Dusun, Nangis Ingat Ayahnya 'Yah, Minta Susu'

Kisah Bayi 14 Bulan Tunggui Mayat Ayah di Jember, Peluk Kepala Dusun, Nangis Ingat Ayahnya 'Yah, Minta Susu'.

Kisah Bayi 14 Bulan Tunggui Mayat Ayah, Peluk Kepala Dusun, Nangis Ingat Ayahnya 'Yah, Minta Susu'
SURYA/SRI WAHYUNIK
Bayi N dan proses penyerahan bayi itu ke keluarga 

Kondisi bayi N memprihatinkan. Tubuhnya lemas dan kotor.

"Popoknya sudah kering ada tinja dan pipisnya. Sampai kering semua," imbuh Anik Nurazizah, tetangga Fauzi yang merawat bayi N.

Setelah dirawat di Pustu, bayi N diserahkan ke Anik. Meski sudah dimandikan beberapa kali, bau mayat masih menempel di tubuh bayi N.

"Bahkan sampai tadi masih nempel baunya. Kasihan. Sama suami saya juga nempel terus. Tadi pagi bangun tidur nangis sambil bilang "yah-yah, mik". Mungkin maksudnya minta minum ke ayahnya," ujar Anik.

Bayi N diduga menunggui mayat ayahnya sejak Minggu (11/8/2019) dan baru ditemukan pada Rabu (14/8/2019) siang menjelang Ashar. Artinya dia menunggui jenasah ayahnya sekitar 3,5 hari dan 3 malam.

Kini kondisi bayi N sudah berangsur membaik. Tubuhnya sudah bersih. Kamis (15/8/2019) siang, dia digendong sang bude.

Dia sudah mulai tersenyum dan berceloteh kala tidak tidur.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved