Kunjungan ke Banyuwangi Dimanfaatkan Menlu Retno Untuk Berburu Kuliner, Ikan Bakar Hingga Nasi Cawuk

Kunjungan ke Banyuwangi Dimanfaatkan Menlu Retno Untuk Berburu Kuliner, Ikan Bakar Hingga Nasi Cawuk.

Kunjungan ke Banyuwangi Dimanfaatkan Menlu Retno Untuk Berburu Kuliner, Ikan Bakar Hingga Nasi Cawuk
SURYA/HAORRAHMAN
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengunjungi Banyuwangi selama dua hari dan didampingi Bupati Abdullah Azwar Anas 

Kunjungan ke Banyuwangi Dimanfaatkan Menlu Retno Untuk Berburu Kuliner, Ikan Bakar Hingga Nasi Cawuk

TRIBUNBANYUWANGI.COM, BANYUWANGI - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengunjungi Banyuwangi selama dua hari, Selasa – Rabu (13 – 14 Agustus).

Selama di Banyuwangi menteri luar negeri perempuan pertama di Indonesia ini menyempatkan diri berburu kuliner khas Banyuwangi.

Ribuan Pelajar di Banyuwangi Meriahkan Karnaval Kebangsaan

Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Pagelaran Seni Indonesia Channel, Dihadiri 72 Pemuda dari 40 Negara

APBD Perubahan Banyuwangi Sebesar Rp 3,27 Triliun, Naik Hampir Rp 87 Miliar

Tiba di Banyuwangi Retno mencicipi ikan bakar mentega di salah satu restoran seafood. Bahkan Retno memesan ikan bakar untuk dibawa pulang ke Jakarta.

“Ikannya segar, enak sekali. Bahkan, dibakar tanpa bumbu lengkap, pakai mentega saja, rasanya sudah nikmat. Enak,” kata Menlu.

Keesokan harinya, Rabu (14/8), alih-alih sarapan di hotel, Retno justru mengajak stafnya untuk mencari makanan di pusat kuliner Banyuwangi.

Menlu memilih nasi cawuk, menu sarapan khas Banyuwangi berupa nasi yang diberi trancam dan kuah pindang dengan lauk pepes ikan.

Menlu lalu blusukan ke pasar tradisional Banyuwangi di pusat kota. Makanan yang dituju adalah ketan kirip dan kopi. Menlu mengaku sangat menikmati suasana pusat kuliner yang diarsiteki Adi Purnomo yang berada di lokasinya di tengah pasar.

“Ketan dan kopinya enak sekali. Dan harganya sangat murah, padahal rasanya enak sekali. Kuliner di daerah ini memang wajib dinikmati,” kata Menlu.

Selama di Banyuwangi, Menlu juga mengunjungi Sanggar Seni Genjah Arum di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Di sanggar milik Setiawan Subekti yang juga ahli kopi tingkat internasional ini, rombongan disambut musik lesung.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved