Satu Rumah Yang Bertahan di Wonokromo Surabaya Minta Waktu, Alasannya ini

Hingga saat ini masih ada satu rumah yang berdiri tegak di areal proyek Jalan Frontage Road Wonokromo Surabaya sisi Barat.

Satu Rumah Yang Bertahan di Wonokromo Surabaya Minta Waktu, Alasannya ini
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya berencana lebarkan Jalan Wonokromo, yang selama ini terjadi penyempitan dua lajur, ke arah Joyoboyo dan Wonokromo. 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hingga saat ini masih ada satu rumah yang berdiri tegak di areal proyek Jalan Frontage Road Wonokromo Surabaya sisi Barat. Pemilik rumah ini masih perlu waktu hingga beberapa hari ke depan untuk menuntaskan renovasi rumah.

Diketahui pemilik rumah tersebut adalah warga bernama Heri.

"Pak Heri kalau begini kerja. Tapi sama dengan kami melalui rapat di Kelurahan, semua termasuk Pak Heri setuju pembangunan frontage road ini," ucap Bambang, tetangga Heri, Kamis (15/8/2019).

Surya belum berhasil menemui pemilik rumah yang bertahan tersebut. Hingga siang ini, rumah dengan rolling door itu dalam keadaan terkunci. Meski demikian tampak di dalam rumah ini ada aktivitas perbaikan rumah.

Ada tiga pekerja yang ada di dalam rumah tersebut. Namun pintu rolling door itu tetap dalam keadaan terkunci. Terlihat beberapa material bangunan mulai dari pasir, bata, semen, hingga besi digeletakkan di rumah ukuran sekitar 5 x 8 meter tersebut.

Pintu harmonika itu hanya sedikit dibuka. Rumah ini sudah tak ada lagi perabotan dan perkakas rumah. Persis di balik pintu rolling door itu kini dipenuhi material bangunan.

Tak Kapok Edarkan Sabu - Sabu, Istri Mantan Kasun di lamongan ini Ikuti Jejak Suaminya ke Penjara

Hasil Akhir Arema FC Vs Persebaya, Singo Edan Menang 4-0 Jadi Kado Spesial Ultah Arema ke-32

Mantan Plt Kepala BPPKAD Kabupaten Gresik, Dituntut 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

"Saya bukan pemilik rumah. Tak berani saya ngomong," kata pekerja kepada Tribunjatim.com.

Tak Kapok Edarkan Sabu - Sabu, Istri Mantan Kasun di lamongan ini Ikuti Jejak Suaminya ke Penjara

Perwali Khusus Penggunaan Plastik Sekali Pakai Segera Terbit, Bakal Muat Sanksi Bagi Pelanggar

Keluarga Tolak Otopsi Jasad Ayah Ditunggui Si Bayi di Jember, Jenazah Langsung Dimakamkan di TPU

Tetangga menyebut pemilik rumah yang bertahan itu adalah rumah pengacara. Belum diperoleh keterangan langsung dari pemilik rumah. Rumah ini persis jadi dengan rumah kos. Rumah kos dua lantai itu menyatu dengan rumah rolling door tersebut.

"Pak Heri sudah setuju dan yang saya ketahui sudah sepakat harga yang ditetapkan. Saya kurang tahu persis ganti ruginya berapa. Kalau warga yang lain termasuk sudah setuju dan sudah dibayarkan," kata Bambang kepada Tribunjatim.com.

Setiap warga di Wonokromo Barat itu berhak atas ganti rugi tanah dan bangunan mereka. Nilainya sesuai nilai jual objek pajak (NJOP) di kelas jalan tersebut. Ada yang menyebut per meter tanah di situ di kisaran Rp 10 juta - Rp 15 juta per meter.

Namun berkembang informasi ada yang meminta hingga Rp 25 juta per meter termasuk nilai bangunan. Bambang mengakui bahwa awal mula pembebasan pada 2018 lalu terjadi hitung-hitungan. Kerapkali rapat bersama Pemkot dan Kelurahan untuk menentukan harga ganti rugi ini.

Jalan sepanjang sekitar 300 meter sisi Barat Wonokromo akan dijadikan Jalan Frontage nyambung dengan RSI Wonokromo yang sudah lebih dulu jadi dan dioperasikan. Jalan lebar itu akan langsung tembus Joyoboyo. Targetnya akhir tahun ini sisa frontage Wonokromo ini dioperasikan. (Faiq/Tribunjatim.com)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved