Tanggapi Demonstran Mahasiswa Papua, Sutiaji Minta Universitas Buat Pakta Intregitas Cinta NKRI

Wali Kota Malang, Sutiaji akhirnya memberikan komentar pasca Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) memblokade Jalan Kahuripan Kota Malang

Tanggapi Demonstran Mahasiswa Papua, Sutiaji Minta Universitas Buat Pakta Intregitas Cinta NKRI
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Aksi demonstrasi yang dilakukan AMP di Kota Malang, Kamis (15/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Wali Kota Malang, Sutiaji akhirnya memberikan komentar pasca Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) memblokade Jalan Kahuripan Kota Malang pada Kamis (15/8/2019).

Dari hasil pertemuan dengan Forkopimda di Balai Kota Malang usai kejadian itu, Sutiaji akan mengumpulkan para atasan dari perguruan tinggi yang ada di Kota Malang.

Sutiaji ingin, mahasiswa dari luar Malang yang mau kuliah di Kota Malang harus membuat pakta integritas cinta pada kedamaian dan NKRI.

Sempat Ditutup Saat Mahasiswa Papua Demonstrasi, Tiga Jalan di Kota Malang Ini Kembali Dibuka

Wali Kota Malang, Sutiaji saat memberi sambutan di acara Sosialisasi Perlindungan dan Penyelamatan Arsip Sejarah, Rabu (24/7/2019)
Tanggapi Demonstran Mahasiswa Papua, Wali Kota Malang Sutiaji Minta Universitas Buat Pakta Intregitas Cinta NKRI (ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM)

"Jangan sampai membuat kericuhan di Kota Malang. Silahkan menyampaikan pendapat tapi jangan sampai menghalangi di tengah jalan," ucapnya.

Sutiaji juga tidak melarang siapapun yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum.

Hanya saja, jangan sampai ada yang memblokade jalan.

Hal itu akan mengganggu masyarakat yang sedang beraktifitas.

"Silakan menyampaikan pendapat di muka umum. Tapi ya harus sesuai dengan Undang-undang," terangnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko juga turut prihatin atas kejadian yang terjadi di persimpangan Raja Bali Kota Malang.

Aksi Demonstrasi Aliansi Mahasiswa Papua di Kota Malang Diwarnai Kerusuhan, Warga: Jangan Buat Onar

Ia meminta kepada oknum-oknum tersebut agar tidak melakukan aksinya di Kota Malang.

Sebab, di Kota Malang masih banyak masyarakat yang cinta terhadap NKRI.

"Tolonglah mengerti, ini kan yang cinta NKRI harus dihargai. Agar tidak terjadi bentura. Kalau seperti ini kan semuanya jadi merugi," tandasnya.

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved