Warga Sekitar Kilang Minyak GRR Tuban Masih Cemas, 'Galau' Soal Harga Tanah yang Belum Jelas

Warga di sekitar kilang minyak GRR Tuban masih cemas. Mereka galau soal harga tanah yang belum jelas.

Warga Sekitar Kilang Minyak GRR Tuban Masih Cemas, 'Galau' Soal Harga Tanah yang Belum Jelas
SURYA/M SUDARSONO
Ratusan warga dari Desa Kaliuntu dan Wadung saat menghadiri sosialisasi yang digelar BPN Tuban di Pendopo Kecamatan Jenu, Kamis (15/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Sebagian besar warga dari Desa Kaliuntu dan Desa Wadung Kecamatan Jenu, Tuban mengikuti sosialisasi tata cara pelaksanaan pengadaan tanah untuk pembangunan kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) Tuban, yang diadakan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tuban di balai pendopo kecamatan setempat, Kamis (15/8/2019), siang.

Sekitar 300 lebih warga pemilik lahan yang hadir dalam kegiatan tersebut masih mempertanyakan kejelasan harga jual tanah, yang akan digunakan untuk proyek kilang patungan dua negara antara Pertamina dan Rosneft Rusia.

Seorang warga pemilik lahan, Jamil mengatakan, warga sebenarnya menginginkan kepastian atau kejelasan tentang harga jual tanah yang masuk dalam Penlok kilang minyak.

Kades Terpilih di Tuban Langgar Pakta Integritas Bakal Disanksi, Bupati: Harus Belajar Soal Aturan

Karena masih belum jelas hingga sekarang, ini yang membuat warga keberatan dan khawatir. Jadi permasalahannya adalah harga yang belum jelas.

"Kita hanya meminta kepastian harga saja, ini yang menjadi kekhawatiran kami, nanti tiba-tiba harganya murah. Sedangkan kita juga perlu kalkulasi harga, apa layak atau tidak harga yang ditawarkan," ujar Jamil saat menyampaikan pendapatnya di lokasi.

Menanggapi hal itu, Kepala BPN Tuban, Danang Anindoto menyatakan, pihaknya belum bisa memberikan informasi mengenai harga tanah yang menjadi Penlok Kilang GRR.

Saat ini agendanya sosialisasi, selanjutnya akan dilakukan pengukuran untuk mengetahui jumlah luas Penlok dan pendataan dokumen kepemilikan.

Jadi Kurir Sabu, Ibu Rumah Tangga Asal Tuban Dihukum 6 Tahun Penjara dan Ancaman Denda Rp 1 Miliar

Setelah proses pengukuran maupun pendataan kepemilikan tanah selesai, BPN akan menyampaikan hasil ke Pertamina agar segera melakukan lelang.

Nah untuk yang menentukan lelang ini Appraisal, selaku pihak yang berhak menentukan harga tanah.

"Sebelum dilakukan lelang, BPN akan mengumumkan jumlah luas dan denah gambar Penlok kepada masyarakat desa. Sehingga jika nanti ada warga yang keberatan maka bisa menyampaikan keluhannya. Tapi saya tegaskan yang menentukan harga yaitu Appraisal, bukan kami," pungkasnya.

Diduga Korsleting Litrik, Rumah Bermaterial Kayu Milik Warga Kabupaten Tuban Hangus Terbakar

Halaman
12
Penulis: M Sudarsono
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved