Peringati Kemerdekaan RI, Belum Dirasakan Kiai Fathoni Sebagai WNI Dalam Mendapatkan Haknya

Peringati Kemerdekaan RI, Belum Dirasakan Kiai Fathoni Sebagai WNI Dalam Mendapatkan Haknya.

Peringati Kemerdekaan RI, Belum Dirasakan Kiai Fathoni Sebagai WNI Dalam Mendapatkan Haknya
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Kiai H Ahmad Fathoni Chasan (baju batik) dijemput penyidik Kejari Gresik untuk menjalani hukuman atas putusan MA, Jumat (12/7/2019) 

TRIBUNGRESIK.COM, GRESIK - HUT ke 74 Republik Indonesia menjadi kebanggan bagi masyarakat Indonesia di seluruh pelosok tanah air.

Hanya saja, kemerdekaan ini tidak dirasakan oleh Ahmad Fathoni Chasan yang memperjuangkan keadilan bagi dirinya, keluarganya dan jamaahnya. Sebab, usaha yang dirintisnya telah menemui banyak gangguan baik jasmani maupun rohani.

Terjerat Kasus Tanah, Mahmud Caleg Nasdem DPRD Gresik Divonis 2 Tahun Penjara

2 Pria Asal Jabar Peras Pengusaha Gresik Catut Nama Pejabat Polda Jatim, Pelaku Minta Maaf

Kiai Fathoni, saat tidak sengaja bertemu wartawan yang sedang meliput acara remisi di rumah tahanan Kelas IIB Gresik, mengatakan bahwa dirinya telah terdholimi atau dikhianati oleh rekan kerja di perusahaan PT Trisula Bangun Persada (TBP) yang dibangun pada tahun 2002, yang merupakan perusahaan keluarga.

Namun, dalam perjalan menjalankan bisnis perumahan Alam Bukit Raya (ABR), di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas Gresik, terlibat masalah internal perusahaan, sebab diduga dihianati oleh rekan kerja yang masih orang dalam perusahaan.

Hingga sampai terjadi proses hukum, ditahan dan diancam akan dilakukan pembunuhan.

Permasalahan internal perusahaan PT TBP terus berlangsung, sampai Fathoni mengalami sakit stroke pada 2006-2007, sehingga perusahaan tersebut diduga dipermainkan oleh orang –orang internal perusahaan.

Sampai akhirnya dijerat kasus hukum hingga keluarga dan jamaah toriqotnya tidak terurus dengan baik.

“Bahkan, saat saya melaksanakan acara doa bersama dengan jemaah didatangi oleh sekelompok orang, intinya meminta saya untuk menandatangi berkas, namun akhirnya tidak jadi karena anugrah Allah,” kata Fahoni, yang dikutip oleh istrinya saat menjenguk Abah Fathoni di rumah tahanan kelas IIB Gresik, Jumat (16/8/2019).

Ancaman lainnya yaitu, Fathoni ditabrak pengendara motor oleh orang yang tidak dikenal pada tahun 2018, hingga mengalami luka parah dan nyaris gagar otak.

Dari peristiwa demi peristiwa itu, harapannya pada hari kemerdekaan 17 Agustus ini, Fathoni mengharapkan keadilan sebagai masyarakat asli Indonesia, kelahiran Gresik, 8 April 1959, Desa Kedungsekar, Kecamatan Benjeng Gresik ini segera bebas dan bisa kembali bersama jamaah dan keluarga, karena perkara perusahaan dengan orang internal hanyalah masalah pribadi.

Hal ini dibuktikan dengan putusan Mahkamah Agung yang telah incrah bahwa secara perdata telah menang. Sesuai putusan MA nomor 118/PDT/MA pada April 2019.

Jadi, menurut Fathoni, masalah perusahaan di PT TBP, Berkah Bumi Nusantara dan PT Puger Sejahtera hanya masalah hukum dengan orang-orang internal perusahaan.

“Hubungan hukum dengan Pak Njono Budiono hanya hubungan pribadi ke pribadi. Saat itu Pak Njono menawarkan hutang piutang hingga berakhir ingin menguasai seluruh perusahaan dan aset-asetnya. Sehingga, saya selaku masyarakat Indonesia meminta keadilan kepada pemerintah Republik Indonesia untuk dikembalikan aset-aset perusahaan saya,” kata Fathoni, sesuai yang dikutip istrinya.

Dari proses hukum dan rintangan yang panjang ini, Fahtoni bersama istri dan jemaah sangat terbantu, sehingga berterimakasih kepada Bapak Bambamg Sulistomo putra Bung Tomo pejuang Kemerdekaan Indonesia sehingga masalahnya bisa segera lurus. 

"Dari ini saya bersama keluarga dan jamaah benar-benar terimakasih kepada Allah telah mengirim seorang bernama Bapak Bambang Sulistomo putra Bapak Bung Tomo pejuang kemerdekaan Indonesia dari yang tidak lurus menjadi lurus," tutur Fathoni sambil didampingi istri yang meneteskan air mata.

Penulis: Sugiyono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved