Geledah Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya, Polisi Temukan Tas Berlogo Bintang Kejora

Polisi telah mengevakuasi 43 orang yang berada di dalam Asrama Mahasiswa Papua di jalan Kalasan Surabaya dan petugas juga melakukan penggeledahan

Geledah Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya, Polisi Temukan Tas Berlogo Bintang Kejora
Willy Abraham/Tribunjatim
Petugas melakukan penggeledahan di asrama mahasiswa papua di Jalan kalasan Surabaya 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Polisi telah mengevakuasi 43 orang yang berada di dalam Asrama Mahasiswa Papua di jalan Kalasan Surabaya dan petugas juga melakukan penggeledahan. Dalam penggeledahan itu petugas menemukan tas berlogo bintang kejora selain itu terdapat alat kontrasepsi.

Dalam penggeledahan yang berlangsung sejak pukul 15.00, petugas berhasil masuk setelah mendobrak dua pintu pagar asrama mahasiswa Papua. Bangunan yang terdiri dari dua lantai itu langsung dilakukan penggeledahan.

Petugas yang mengenakan rompi anti peluru langsung menyebar. Mereka memeriksa satu persatu kamar di asrama itu.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, penggeledahan itu, petugas menemukan satu tas berlogo bintang kejora. Tidak hanya itu, busur dan anak panah juga ditemukan. Di kamar atas, petugas mendapati botol minuman keras dan alat kontrasepsi.

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Simarmata saat dikonfirmasi terkait sejumlah barang bukti yang disita di dalam asrama. Pihaknya hanya bisa mengatakan bahwa saat ini sedang dalam penyelidikan.

"Kita sementara masih pendalaman dan kita lakukan penyelidikan. Ini kita bekerja keras untuk melakukan penyelidikan. Masih kita identifikasi, sementara masih kita identifikasi," ujar AKBP Leonardus Simarmata.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua di Surabaya, Piter Frans Rumaseb mengatakan ini merupakan bukan kali pertama keributan terjadi di asrama Mahasiswa Papua.

Puluhan Mahasiswa Papua di Bawa ke Polrestabes Surabaya, Ini Tanggapan Ketua Ikatannya

Ditemukan Senjata dan Lambang Isis di Tas Ransel Pelaku Penyerangan Polsek Wonokromo

Identitas Penyerang Polsek Wonokromo yang Bacok Polisi Terungkap, Berinisial IM dan Bawa Tulisan Ini

Pihaknya, berencana melaporkan kejadian ini kepada pemerintahan provinsi (Pemprov) Papua.

"Untuk memastikan yang ada di Asrama Mahasiswa Papua merupakan mahasiswa yang aktif," ucap Piter kepada Tribunjatim.com.

Piter mengatakan jika banyak penghuni yang ada di dalam Asrama Mahasiswa Papua itu sudah tidak kuliah.

"Kasihan adik-adik yang memang mahasiswa Papua yang memang serius untuk kuliah," tambahnya kepada Tribunjatim.com.

Pria yang sudah 22 tahun tinggal di Surabaya ini mengaku sejak diresmikan pada 2006 oleh Pemprov Papua. Asrama selalu memiliki orang sebagai penanggungjawab asrama. Nah, orang itu biasanya ditunjuk karena sudah senior di dalam asrama.

"Itu cuman bertahan 2 tahun saja, sekarang tidak ada penanggungjawab. Akhirnya banyak orang bebas masuk kesini," pungkasnya. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved