Pelaku Penyerangan Polisi Seorang Penjual Sempol Yang Dikenal Tertutup

Pelaku penyerangan polisi Polsek Wonokromo Surabaya, Imam Mustofa (31) warga Sidosermo IV Gang I No 10 A, dikenal tertutup.

Pelaku Penyerangan Polisi Seorang Penjual Sempol Yang Dikenal Tertutup
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Seorang tak dikenal menyerang anggota polisi Polsek Wonokromo, Sabtu (18/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pelaku penyerangan polisi Polsek Wonokromo Surabaya, Imam Mustofa (31) warga Sidosermo IV Gang I No 10 A, dikenal tertutup.

Oleh warga, Imam Mustofa lebih dikenal disapa Ali.

Pelaku sehari-hari berjualan sempol dan makaroni goreng rentengan di warung-warung sekitar Sidosermo, Surabaya.

"Tinggalnya lima tahun sama istri dan tiga anaknya. Jualan sempol, makaroni," kata Ketua RT III Sidosermo, Ainun Arif (43), Sabtu (17/8/2019).

Ainun mengaku Ali sebagai sosok warga yang tertutup.

Tidak ada kecurigaan terkait aktifitas sehari-hari dari bapak tiga anak tersebut.

Pesta Rakyat di Grahadi, Ribuan Masyarakat Dihibur Via Vallen dan Dapat Makanan Gratis

Ditemukan Senjata dan Lambang Isis di Tas Ransel Pelaku Penyerangan Polsek Wonokromo

Saat acara-acara kampung, Ainun memastikan Ali tidak hadir di tengah warga.

"Tertutup orangnya, kesehariannya biasa tidak ada yang mencurigakan. Setau saya hanya menyiapkan jualannya. Kalau ada acara tidak hadir, setau saya tidak hadir," kata dia.

Sebelumnya, Ali atau Imam Mustofa menyerang polisi. Dia membacok menggunakan celurit di bagian kepala, tangan dan pipi dan satu polisi lain mengakami lebam. Penyerangan dilakukan saat pelaku berpura-pura melapor di SPKT Polsek Wonokromo.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved