Penyerangan Polsek Wonokromo

Penyerangan Polsek Wonokromo, Pelaku Disebut Polisi Terpengaruh Ajaran Ekstrem Lewat Media Sosial

Pelaku penyerangan Polsek Wonokromo disebut polisi karena pengaruh ajaran ekstremis tertentu melalui media sosial.

Penyerangan Polsek Wonokromo, Pelaku Disebut Polisi Terpengaruh Ajaran Ekstrem Lewat Media Sosial
Istimewa
Capture rekaman CCTV penyerangan di Polsek Wonokromo Surabaya pada Sabtu (17/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mengera memastikan motif pria berinisial IM yang sengaja menyerang anggota polisi di Mapolsek Wonokromo, karena pengaruh ajaran ekstremis tertentu.

Ia menuturkan, pelaku selama ini mempelajari suatu pemahaman keyakinan tertentu melalui media sosial.

"Sementara sudah. Itu mengaplikasikan apa yang dipelajari di medsos dengan mengamaliyakan," ujarnya di Balai Wartawan Gedung Humas Mapolda Jatim, Minggu (18/8/2019).

Pasca Polsek Wonokromo Diserang, Polda Jatim Pastikan Layanan SPKT di Mapolsek se-Jatim Normal

Hal tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan oleh Densus 88 Mabes Polri.

"Itu nanti porsi Densus 88 ya. Kuat dugaan ke arah sana," jelasnya.

Barung mengatakan, tindakan pelaku yang cenderung brutal itu dilatarbelakangi oleh inisiatif pribadi.

Korban Penyerangan Polsek Wonokromo Dipindah ke RS Bhayangkara, Sempat Operasi Luka Kepala 5 Jam

"Sementara (aksi pelaku) perorangan," ujarnya.

Barung juga mengatakan, pemeriksaan Densus 88 bukan hanya dilakukan pada pelaku.

Namun, istri dan juga ketiga anaknya.

"Istri dan anaknya sudah dimintai keterangan dan itu sudah kewenangan Densus 88 kita periksa di satu tempat," tuturnya.

VIDEO Kronologi Penyerangan di Polsek Wonokromo, Pelaku Sabet Polisi Pakai 2 Senjata Tajam

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved