Kerusuhan di Papua

Khofifah Akan Bangun Asrama Mahasiswa Nusantara, Lenis Kogoya:Kita Ingin Bu Khofifah Jadi Mama Papua

Gubernur Khofifah ingin Asrama Mahasiswa Nusantara, Stafsus Presiden Lenis Kogoya usul malah Gubernur Jatim ini jadi Mama Papua.

Khofifah Akan Bangun Asrama Mahasiswa Nusantara, Lenis Kogoya:Kita Ingin Bu Khofifah Jadi Mama Papua
Youtube Metro tv
Staf Khusus Presiden untuk Papua Leni Kogoya dan Khofifah Indar Parawangsa 

TRIBUNJATIM.COM - Lenis Kogoya, Staf Khusus Presiden Kelompok Kerja Papua mengomentari rencana Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membangun Asrama Mahasiswa Nusantara.

Namun sebelumnya, Lenis Kogoya menjelaskan soal kesalahpahaman yang memicu kerusuhan di Manokwari, Papua Barat.

"Kalau saya melihat sebenarnya bukan memicu tetapi itu kesalahpahaman. Kalau kita menerima persoalan dengan hati, tidak mungkin terjadi seperti ini," kata Lenis Kogoya di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Tri Rismaharini Jawab Isu Calon Menteri & Capres 2024:Terus Terang Ambisi Aja Nggak Apalagi Bermimpi

Video Pernikahan Glenn Fredly dan Mutia Ayu, Gandeng Tangan hingga Pelukan di Depan Tamu Undangan

Tanggapi Kerusuhan di Manokwari, Prabowo Langsung Gelar Rapat Instruksikan Kadernya Damaikan Situasi

"Kita tidak mau terjadi masalah-masalah seperti kekerasan anatar warga Indonesia. Saya menginkan kita berada di zona damai, apalagi kerusuhan terjadi pas jatuhnya di tanggal 17 Agustus 2019 tepat di hari kemerdekaan yang mana patut untuk kita syukuri. Intinya bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke menikmati Hari Kemerdekaan itu," papar Kenis Kogoya.

Aksi blokade jalan oleh masyarakat Papua di Manokwari, terhadap kasus diamankannya 43 mahasiswa di Surabaya, Senin (19/8/2019).
Aksi blokade jalan oleh masyarakat Papua di Manokwari, terhadap kasus diamankannya 43 mahasiswa di Surabaya, Senin (19/8/2019). (KOMPAS.com/BUDY SETIAWAN)

Kesalahpahaman yang ada kemudian dijelaskan Lenis Kogoya yang bermula dari polisi yang telah memulangkan 43 mahasiswa Papua ke asrama mahasiswa Papua pada Minggu (18/8/2019) dini hari.

Mereka dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan di Polrestabes Surabaya terkait dugaan perusakan tiang bendera dan membuang bendera Merah Putih di selokan.

"Mungkin salah paham karena ada isu bendera jatuh sehingga ormas (organisasi masyarakat -red) tidak terima hingga terjadi penangkapan dan ini yang menghasilkan kata-kata yang kurang baik seperti nama-nama binatang, dikatakan jelek, lalu harus pulang dan usir. Bahasa-bahasa inilah yang membuat mahasiswa Papua itu merasa tidak nyaman," jelas Lenis Kogoya saat hadir sebagai narasumber di Metro TV pada Senin (19/8/2019).

Ayu Ting Ting Asyik Joget Pakai Tank Top Disorot Netizen, Umi Kalsum: Kata Mereka Kamu Selalu Salah

Ayah Cut Meyriska Sempat Tak Restui Hubungan Putrinya dengan Roger Danuarta: Kami Udah Ringan Banget

Sambil Sindir Farhat Abbas, Hotman Paris Bongkar Harta Kekayaannya: Gue Nggak Permainkan Janda-janda

Selain meminta penjelasan dari Lenis Kogoya, sang pembawa acara juga bertanya soal penanganan yang terbaik dari Pemerintahan Provinsi Jawa Timur untuk mengatasi kesalahpahaman.

Diketahui, kerusuhan yang terjadi di Manokwari pada Senin (19/8/2019) diduga dipicu oleh aksi persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parwansa rupanya sudah mengantongi rencana sebagai solusi atas insiden yang terjadi pada mahasiswa Papua beberapa waktu lalu di Surabaya.

Suasana di sekitar asrama mahasiswa Papua di Jl Kalasan Surabaya, Jumat (16/8/2019)
Suasana di sekitar asrama mahasiswa Papua di Jl Kalasan Surabaya, Jumat (16/8/2019) (surabaya.tribunnews.com/willy abraham)
Halaman
1234
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Adi Sasono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved