Sehatkan Tanah Secara Organik, Hasil Panen Bawang Merah Petani di Kabupaten Nganjuk Naik Tajam

Upaya meningkatkan hasil panen bawang merah di Kabupaten Nganjuk melalui program penyehatan lahan berhasil dilakukan Pemkab Nganjuk.

Sehatkan Tanah Secara Organik, Hasil Panen Bawang Merah Petani di Kabupaten Nganjuk Naik Tajam
SURYA.CO.ID/ACHMAD AMRU MUIZ
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat saat panen raya bawang merah hasil dari pola tanam penyehatan lahan sistem Demplot di Desa Mojorembun Kecamatan Rejoso Nganjuk, Agustus 2019. 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Upaya meningkatkan hasil panen bawang merah di Kabupaten Nganjuk melalui program penyehatan lahan berhasil dilakukan Pemkab Nganjuk.

Hal ini terbukti dengan hasil panen bawang merah menggunakan sistem demplot di Desa Mojorembun Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk mencapai sekitar 20 ton per hektar.

Sebelumnya, hasil panen bawang merah petani dikisaran 16 ton per hektarnya.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, hasil panen raya bawang merah yang menggunakan sistem demplot yakni sebagai langkah penyehatan lahan cukup menggembirakan.

Bantu Pasarkan Produk UMKM Lokal Lewat Pasar Online, Pemkab Nganjuk Gandeng Bukalapak

Dimana dengan penyehatan lahan sistem demplot melalui cara aplikasi kapur dan pupuk organik, aplikasi beka POMI, dan penerapan cara tanam konvensional oleh petani membuhan hasil cukup baik.

"Ternyata hasil pengembangan sistem tanam demplot untuk menyehatkan lahan berdampak signifikan pada hasil tanam bawang merah. Ini keberhasilan luar biasa untuk meningkatkan hasil panen bawang merah," kata Novi Rahman Hidhayat, Selasa (20/8/2019).

Dijelaskan Mas Novi panggilan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat, pihaknya optimis dengan keberhasilan meningkatkan hasil panen bawang merah melalui sistem tanam demplot tersebut berarti akan menambah stok bawang merah nasional.

ini dikarenakan Kabupaten Nganjuk menjadi penghasil bawang merah terbesar kedua di Indonesia setelah Brebes Jawa Tengah.

"Dan kami yakin, bila hasil panen bawang merah petani bisa terus ditingkatkan maka tidak tertutup kemungkinan Kabupaten Nganjuk bisa menjadi yang terbesar penghasil bawang merah secara nasional," ujar Mas Novi didampingi Wabup Nganjuk, Marhaen Djumadi.

Intip Meriahnya Penampilan Kreasi Busana Tradisional Asli Kabupaten Nganjuk dalam Pawai Budaya 2019

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Judi Ernanto menambahkan, sistem tanam demplot merupakan upaya bercocok tanam bawang merah dengan menggunakan bahan organik lengkap terdekomposisi dengan mempertahankan pola tanam secara konvensional serta menggunakan bahan pembenah tanah pabriksasi.

Halaman
12
Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved