SKK Migas Dukung Program Kementerian ESDM Terkait Perluasan Akses Energi dan Harga Energi

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Husky - CNOOC Madura Ltd (HCML)

SKK Migas Dukung Program Kementerian ESDM Terkait Perluasan Akses Energi dan Harga Energi
sri wahyunik/surya
Kegiatan HCML di Pasuruan yang dihadiri Sahat Pardede, Staf Ahli Komisi Pengawas SKK Migas, akhir pekan lalu bersamaan dengan diresmikan Fasilitas Kantor Baru Gas Metering Station di Semare Kecamatan Kraton, Pasuruan. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Husky - CNOOC Madura Ltd (HCML) mendukung program kerja Kementerian ESDM memfokuskan untuk mewujudkan keadilan sosial di bidang energi.

Terutama dalam hal perluasan akses terhadap energi dan menjaga harga energi yang terjangkau.
Sebagian besar anggaran Kementerian ESDM dialokasikan untuk belanja infrastruktur rakyat seperti Jaringan Gas Kota (Jargas).

"Konverter kit LPG untuk Nelayan, Lampu Tenaga Surya Hemat Energi, Sumur Bor untuk Daerah Sulit Air telah dilakikan. Sementara subsidi energi empat tahun terakhir dialihkan untuk belanja pada sektor yang lebih produktif,” kata Sahat Pardede, Staf Ahli Komisi Pengawas SKK Migas, dalam rilisnya, Selasa (20/8/2019).

Sektor ESDM saat masih memberikan peran yang besar untuk pendapatan nasional, pada 2018 sektor ESDM menyumbangkan 53,5 persen PNBP Nasional.

Pada tahun 2018, realisasi PNBP Sektor ESDM mencapai 181persen atau mencapai Rp217,8 triliun dari target APBN sebesar Rp120,5 triliun.

3 Pelaku Video Vina Garut Tersangka, Pria Bertopeng & Gendut Masih Diburu Polisi, Kabur ke Jakarta

Di Pameran Pusaka, Bupati Mas Ipin Ajak Pejabat Beli Keris

Hasil Cek Kesehatan 2 Tersangka Kasus Video Vina Garut Negatif HIV, Mantan Suami Idap Stroke

Sektor ESDM juga meningkatkan investasi nasional sebesar 323 miliar dolar AS pada 2018. Meningkat dibandingkan sebelumnya yang hanya 27,5 miliar dolar AS pada 2017.

Beberapa program yang telah dilakukan baik oleh Kementerian ESDM melalui APBN maupun swasta dalam pengelolaan energi nasional, antara lain, sub Sektor Minyak dan Gas Bumi, dengan meliputi BBM 1 harga, hingga saat ini sejumlah 165 titik telah beroperasi di seluruh wilayah NKRI (target hingga akhir 2019 sejumlah 170 titik).

Konverter kit untuk nelayan dan petani, telah terealisasi 25.000 unit, konverter kit untuk nelayan pada 2018 dan ditargetkan penambahan 13.305 unit untuk nelayan dan 1.000 unit untuk petani pada 2019.

Jaringan Gas Kota, untuk memberikan akses energi seluas-Iuasnya bagi masyarakat hingga tahun 2018 telah tersambung 463.440 Sambungan Rumah (SR) dan ditingkatkan menjadi 541.656 SR di akhir tahun 2019.

Sahat menyebutkan, untuk menjaga produksi minyak dan gas bumi serta peningkatan peran nasional dalam pengelolaan migas oleh nasional, pemerintah telah mengambil berbagai Iangkah strategis. Antara lain mengambil alih kelola blok migas seperti Blok Mahakam (Blok gas terbesar) dan Blok Rokan (Blok minyak terbesar) ke PT Pertamina dan Pengembangan proyek migas strategis, yaitu Jangkrik dan Jambaran Tiung Biru, serta keputusan pengembangan Blok Masela.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved